Dinas Perdagangan Sekadau akan tinjau SPBU pasca penurunan harga BBM

Dinas Perdagangan Sekadau akan tinjau SPBU pasca penurunan harga BBM

140
BERBAGI
Suasana penjualan BBM di salahsatu SPBU di Kabupaten Sekadau. Foto : Yahya Iskandar

Sekadau, (thetanjungpuratimes.com) – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pemerintah Kabupaten Sekadau akan melakukan peninjauan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Pangkalan Gas untuk melihat harga penjualan dan stok ketersediaan Bahan Bakar Minyak dan Gas, pasca diumumkannya harga terbaru BBM dan Gas oleh Pemerintah Pusat.

Jika masih ditemukan adanya pengelola atau pengusaha BBM dan Gas yang menjual dengan harga lama, maka akan diberikan teguran agar segera merubah harga jual ke harga terbaru.

“Untuk sanksi kepada pengusaha yang masih menjual BBM dan Gas dengan harga lama kepada masyarakat, merupakan kewenangan Pertamina. Dinas hanya mendata dan melakukan monitoring, serta pengecekan baik secara mendadak maupun pengecekan rutin, guna memastikan harga dan ketersediaannya,” jelas Kepala Dinas,Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sekadau, Isdianto.

Sementara itu, ditempat terpisah, pengelola SPBU yang terletak di jalan Merdeka Barat, Desa Peniti, Sekadau Hilir, Syarif Usman Alkadrie, menyatakan, pihaknya sudah menjual harga BBM sesuai pengumuman Pertamina Pusat.

“Harga Premium dari Rp 7.300 per liter turun menjadi Rp 6.950 per liter. Solar Rp 6.700 per liter turun menjadi Rp 5.650 per liter. Pertalite Rp 8.250 turun menjadi Rp 7.900 per liter,” jelas Usman.

Usman mengakui, SPBU yang dikelolanya masih menyisakan stok BBM dengan harga lama, distribusi Pertamina pada tanggal 4 Januari 2016, dengan sisa penjualan masing-masing Premium sebanyak 27 Kilo Liter, Solar 13 Kilo Liter.

Dengan adanya pemberlakuan harga jual baru BBM oleh pertamina yang diwajibkan bagi seluruh SPBU, maka sisa BBM baik Premium maupun Solar stok harga lama dijual dengan harga terbaru, sehingga asumsi selisih harga Premium sebesar Rp 350 per liter dan Solar sebesar Rp 1.050 per liter.

“Penjualan BBM stok harga lama ke harga baru membuat pengelola SPBU akan mengalami kerugian dari harga beli lama ke harga jual baru. Meski demikian, aturan tersebut harus dijalankan pengelola SPBU. Hal ini merupakan konsekuensi sebagai pihak ketiga dari pemerintah dalam mencukupi kebutuhan masyarakat dalam hal bahan bakar minyak,” ungkap Usman.

(Yahya Iskandar/Mohammad)

TIDAK ADA KOMENTAR