Pemilik Kafe di Simpi Sekadau Bantah Illegal

Pemilik Kafe di Simpi Sekadau Bantah Illegal

102
BERBAGI
Pemilik Kafe menunjukkan izinnya. Foto : Yahya Iskandar

Sekadau, ( thetanjungpuratimes.com ) – Welhelmus, Pemilik Kafe “Well” yang terletak di jalan Trans Madya Simpi, Kecamatan Belitang Hilir, Sekadau, membantah jika tempat usahanya disebut illegal dan sebagai tempat berbuat yang negatif. Welhelmus menegaskan, kafenya merupakan tempat usaha yang syah, lengkap dengan surat izin.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga setempat berinisial W mengaku terganggu dengan aktivitas di kafe Well. Ia menyebut tempat tersebut tidak memiliki izin dan tempat berbuat yang negatif.

“Warung saya hanya menjual makanan dan minuman ringan, sesuai dengan izin yang ada. Saya tidak menyediakan lebih dari itu, apalagi seperti yang diberitakan di media beberapa hari lalu,” tegas Welhelmus.

Kafe Well milik Welhelmus telah mengantongi izin, diantaranya Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), rekomendasi dari Dinas Kesehatan, Izin Gangguan (HO), izin kebisingan dari kepolisian, tanda daftar pajak, hingga izin reklame.

“Ini saya punya semua izin yang diperlukan, jadi usaha saya syah dan tidak ada yang menyimpang. Saya rasa sudah cukup jelas bahwa tidak ada yang salah dari usaha saya, jadi berita yang dimuat beberapa hari lalu tidak benar,” ucap Welbertus.

Welhelmus mengatakan, warga sekitar tidak pernah mengajukan keberatan selama lebih kurang lima tahun usahanya berdiri. Ia menduga ada pihak-pihak yang tidak senang dengan usahanya.

“Terus terang masyarakat disana merasa resah, karena nama mereka dibawa-bawa. Padahal, mereka tidak ada yang komplain, saya jamin,” klaim Welhelmus.

Welhelmus mengaku, setelah berita tentang kafenya dimuat di media, pihak kepolisian langsung melakukan razia ke kafenya.

“Saya minta keluarga besar saya bersabar, biarkan masalah ini diselesaikan dengan pemberitaan saja,” tuturnya.

Rahadi Usman, salahseorang perwakilan warga Simpi menyatakan, ia dan warga lainnya menilai kafe Well merupakan tempat usaha yang tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Setahu saya tidak ada menyediakan seperti yang diberitakan itu. Kami warga di sekitar tidak merasa terganggu,” kata Rahadi.

Menurutnya, apa yang disampaikan narasumber dalam berita sebelumnya tidaklah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

“Yang saya tahu hanya menyediakan makanan dan minuman ringan, mungkin ada kecemburuan sosial,” ujarnya.

( Yahya Iskandar/Mohammad )

TIDAK ADA KOMENTAR