Sejarah Gedung Tua Di Sekadau

Sejarah Gedung Tua Di Sekadau

551
BERBAGI
Gedung Tua Di Sekadau. Foto : Yahya Iskandar

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Bangunan tua bernilai sejarah tentu saja setiap kota memilikinya, tak terkecuali di Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.

Bangunan itu berada tepat di Pasar Sekadau, di jalan Irian Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Bangunan yang ada sejak tahun 1956 silam ini beberapa kali berganti fungsi keberadaannya. Pernah menjadi Sekolah, gedung Bioskop, dan sarana olahraga.

Bangunan yang  telah menginjak umur 59 tahun ini, kondisinya saat ini kurang terawat, dindingnya terlihat hitam dan berlumut.

Tokoh Tionghoa Sekadau, saat menceritakan tentang bangunan tua bernilai historis tersebut menuturkan bangunan tersebut di kelola oleh dua kelompok masyarakat Tionghoa.

“Dulu bangunan ini adalah sekolah FAHKHIAU dari Taiwan pada tahun 1956, dan dulu disini ada dua kelompok Tionghoa yaitu Kelompok Bintang Lima dan Kelompok Taiwan. Dan sekarang sudah tersebar di kota Sekadau,”ujar Mustakim (76) atau Sim Liung Khim selaku tokoh masyarakat Tionghoa. Jum’at (22/1).

Menurutnya, Sekolah itu pernah di bubarkan pada masa zaman dulu lalu dialihkan menjadi pusat aktivitas yang berbeda.

“Pada zaman G30SPKI Sekolah itu pernah dibubar lalu dialihkan menjadi  yayasan pada tahun 1965 sampai 1969 menjadi Sekolah Rakyat (SR),”ingatnya.

Hal senada dikemukakan Julianto atau Nyau Khun Nen selaku sekretaris Yayasan Bhakti Luhur , dirinya menuturkan, pada  tahun 70-an gedung ini dialihkan lagi menjadi Gedung Bioskop oleh yayasan.

“Pada akhirnya di tahun 1970-an barulah difungsikan sebagai gedung bioskop untuk menghibur para masyarakat Sekadau, dan sampai dalam satu hari itu pernah 3 kali pemutaran film seperti film Mandarin, Rhoma Irama, dan lainnya,”bebernya.

Dirinya juga menambahkan, pada saat kebakaran pasar Sekadau pada tahun 1984 gedung ini tidak terbakar. Dan pasca kebakaran hingg kini gedung tersebut difungsikan sebagai sarana olahraga tertentu.

“Kondisi saat ini sudah menjadi arena olahraga bagi masyarakat khususnya Badminton (bulu tangkis),  saya sebagai masyarakat Tionghoa meminta agar gedung itu bisa dipugar kembali supaya nampak peninggalan sejarah Sekadau,”harapnya.

(Yahya Iskandar/Dede)

TIDAK ADA KOMENTAR