Usung “LGBT,” AJI Gelar Workshop Jurnalistik

Usung “LGBT,” AJI Gelar Workshop Jurnalistik

241
BERBAGI
Ketua Aji Indonesia Suwarjono saat menjadi pembicara di Workshop Juranlistik 'Better Journalists For LGBT' di Griya Patria House, Jakarta, Sabtu (23/1/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Jakarta,thetanjungpuratimes.com- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar workshop bagi jurnalis. Workshop yang diselenggarakan pada Sabtu (23/1/2016) dan Minggu (24/1/2016) ini mengangkat isu keragaman gender dan seksualitas dengan tema ‘Better Journalists For LGBT’ (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Ketua AJI Indonesia Suwarjono mengatakan, tidak banyak media yang memuat isu LGBT dengan lebih berimbang dan positif dalam menggambarkan LGBT. Menurutnya, pemberitaan yang muncul di media lebih memunculkan isu orientasi seksual dengan mengedepankan unsur sensasional dan judul bombastis.

“Banyak media yang menyabotase berita yang kurang berimbang, bahkan banyak menampilkan korban (LGBT) yang dianggap mempunyai nilai berita yang tinggi dan dicap yang sangat tidak wajar, ini banyak terjadi,” ujarnya di Workshop Jurnalistik ‘Better Journalists For LGBT’, di Jakarta, Sabtu (23/1/2016).

Beranjak dari fakta itulah AJI, lanjut Suwarjono menggelar workshop jurnalistik untuk meningkatkan pemahaman jurnalis media massa tentang keragaman gender dan seksualitas, serta memperbaiki kualitas pemberitaan.

“Ini penting (workshop jurnalistik), karena paling tidak, dari sisi media kita tidak jadi bagian yang merusak hak mereka, tapi bagaimana membuat liputan yang netral,” imbuhnya.

Suwarjono menambahkan bahwa AJI Indonesia terus mengkaji media-media yang melakukan peliputan isu LGBT. Selain itu, dia juga menengaskan bahwa pihaknya prihatin dengan kelompok marjinal tersebut lantaran hak-haknya dirampas.

Untuk diketahui AJI Indonesia menggelar workshop jurnalistik yang diikuti 20 peserta, baik media cetak, elektronik dan online dari berbagai daerah di Indonesia seperti Banda Aceh, Medan, Lampung, Gorontalo, Pontianak, Bengkulu, Yogyakarta, Lampung, Semarang, Palembang, Sintang, Malang dan Jakarta.

Mereka difasilitasi mentor dari kalangan praktisi dan pemerhati isu LGBT dan AJI, untuk memperdalam usulan liputan tentang realitas kelompok LGBT di Indonesia.

(Suara.com)

TIDAK ADA KOMENTAR