MUI Ketapang Cek Kebenaran Perusahaan Yang Larang Karyawannya Sholat

MUI Ketapang Cek Kebenaran Perusahaan Yang Larang Karyawannya Sholat

99
BERBAGI
Foto : Republika.co.id

Ketapang,-thetanjung puratimes.com-Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ketapang menyurati Pemerintah Daerah, DPRD serta PT Well Harves Winning (WHW) terkait adanya informasi dari masyarakat yang mengaku kalau karyawan muslim di PT WHW dibatasi waktu dalam menjalankan ibadahnya .

Saat dikonfirmasi, Ketua MUI Ketapang, Faishal Makshum menjelaskan pihaknya memang sudah mengirim surat pernyataan sikap terkait informasi dari masyarakat mengenai minimnya waktu salat yang diberikan pihak PT WHW kepada para karyawannya.

“Suratnya itu kita kirim juga ke pihak WHW, ke instansi terkait, dikirimnya Sabtu (16/1) dan tentunya surat itu sudah sampai kesemua pihak yang kita kirim,” ujarnya Jum’at (29/1).

ia menjelaskan kalau surat tersebut dikeluarkan berdasarkan laporan masyarakat sebelum tanggal 16 lalu, yang mana pihaknya mendapat laporan dari masyarakat mengenai karyawan yang kurang diberi waktu salat bahkan pada waktu salat Jum’at para karyawan tetap mendapatkan shif sehingga ada karyawan yang tidak dapat melaksanakan salat Jum’at.

“Kita berharap dengan surat yang kita kirim ke pihak termasuk PT WHW agar ditindak lanjuti, dan informasi DPRD merespon surat kita dan akan meninjau langsung ke WHW nanti,”paparnya

Sebelum melayangkan surat ke pihak terkait dan PT WHW mengenai pernyataan sikap terkait informasi masyarakat tersebut, pihaknya terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama terkait persoalan ini.

“Kita minta PT WHW menyikapi persoalan ini, dan memberikan waktu beribadah karyawannya sehingga tidak ada lagi informasi ada karyawan yang ibadahnya menggunakan shif terlebih pada salat Jum’at,” katanya

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Manager CSR PT WHW, Togap Manik menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan kebijakan mengenai larangan kepada karyawan maupun pekerjanya untuk menjalankan ibadah salat.

“Kita dengan tegas menyatakan informasi tersebut tidaklah benar, kita akan investigasi lebih lanjut, karena kita tidak ingin ada pihak-pihak yang sengaja menghembuskan isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya ini,” katanya

Lanjutnya, ia menjelaskan pihaknya juga mengundang karyawan atau pekerja di PT WHW untuk melaporkan secara resmi ke manajemen PT WHW jika memang persoalan tersebut ada, agar dapat dilakukan investigasi secara internal untuk mencari siapa pelakunya.

“Ini masih sebatas informasi dan jangan langsung di anggap kebenaran, karena belum dilakukan investigasi mengenai persoalan ini,” paparnya

Terlebih, pihak perusahaan sendiri komitmen dalam membangun fasilitas ibadah masjid yang saat ini dalam proses pembangunan masjid lebih besar dan permanen sesuai kebutuhan karyawan agar karyawan kita tidak lagi perlu salat Jum’at ke dusun-dusun terdekat yang malah membuat waktu karyawan berkurang.

“Surat dari MUI disebutkan adanya larangan salat, makanya kita akan membalas surat resmi MUI bahwa informasi tersebut tidak benar, karena logikanya tidak mungkin kita membangun fasilitas masjid tetapi kita larang karyawan salat,” tegasnya .

(Raden Asmun/Dede)

TIDAK ADA KOMENTAR