Harga Telur di Sekadau ‘Meroket’

Harga Telur di Sekadau ‘Meroket’

106
BERBAGI
Foto : Suhalim pedagang yang mengeluhkan tingginya harga telur./ Yahya Iskandar

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Di kabupaten Sekadau, sejumlah komoditas barang kebutuhan pokok mengalami lonjakan kenaikan harga.

“Telur yang paling kuat kenaikannya,” keluh Wati, salah seorang ibu rumah tangga saat jumpai di pasar Sekadau, Selasa (2/2) siang.

Saat ini, harga telur di pasar Sekadau dijual sekitar Rp50 ribu hingga Rp52 Ribu per kerat dengan jumlah 30 butir. Jika dikalkulasikan, harga per butirnya mencapai Rp1600 hingga Rp1700.

“Itu kalau kita beli per kerat. Kalau kita beli per butir, harganya bisa lebih mahal lagi. Mungkin di toko tertentu bisa mencapai Rp 2 ribu per butir,” papar Wati.

Menurut Wati, kenaikan harga telur ini sudah mulai terjadi sejak sebulan terakhir. Dulunya, harga telur masih dikisaran Rp1100 hingga Rp1200 per butir.

“Dua bulan lalu hanya Rp30 ribu lebih per keratnya,” keluhnya.

Keluhan juga dilontarkan salah satu distributor sembako di Sekadau, Suhalim yang mengaku harga telur sudah mengalami kenaikan sejak awal tahun 2016 ini.

“Tertingginya pas waktu Natalan kemarin,” ujar Suhalim.

Suhalim mengaku, harga telur terus mengalami peningkatan. Namun menjelang akhir Januari hingga memasuki Februari ini, harga telur sedikit mengalami penurunan.

“Cuma penurunannya tidak banyak. Tapi dibandingkan natal lalu, jelas ada penurunan,” imbuhnya.

Di tokonya sendiri, harga satu kerat telur yang berisi 30 butir, dijual Rp50 ribu.

“Kita sebagai pedagang juga tidak bisa menjual dibawah itu. Sebab kita ambil di pemasok, harganya memang sudah tinggi. Kan tidak mungkin kita harus rugi,” tukasnya.

(Yahya Iskandar/Dede)

TIDAK ADA KOMENTAR