Keracunan Massal Terulang, Ini Kata Ketua Komisi A DPRD Sintang

Keracunan Massal Terulang, Ini Kata Ketua Komisi A DPRD Sintang

BERBAGI
Foto : Ketua Komisi A DPRD Sintang, Syahroni./Lingga

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Keracunan Massal di kabupaten Sintang sudah terjadi sebanyak tiga kali. Namun, belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Daerah Sintang dengan terutama di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.
” Keracunan massal dikabupaten Sintang sudah terjadi sebanyak tiga kali. Kondisi tersebut membuktikan bahwa instansi terkait tidak bisa menjalankan fungsi pengawasannya. Jadi dengan adanya kejadian yang sudah berulang kali ini Disperindagkop UKM Sintang hanya tidur, “ ungkap Ketua Komisi A DPRD Sintang Syahroni kepada wartawan, Selasa (2/2) sore.
Menurut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) ini, seharusnya, dengan adanya keracunan massal yang pertama terjadi di telaga 1 kecamatan Binjai Hulu langsung dilakukan tindakan nyata dengan memperketat pengawasan terhadap peredaran makanan dikabupaten Sintang.
“Sebelumnya kita juga sudah mengingatkan pihak pihak Disperindag terhadap kasus keracunan massal yang terjadi sebelumnya di kecamatan Binjai 2 kali.tapi ternyata tak diindahkan, sekarang terjadi lagi dalam acara Musda Muhammadiyah di Sintang, kondisi ini menunjukkan bahwa fungsi pengawasan Instansi pemerintah terhadap pengawasan makanan dikabupaten Sintang tidak ada,“ ujar Syahroni .
Beranjak dari tiga kasus yang sudah terjadi, Syahroni berharap kepada SKPD terkait dapat menyelidiki rentetan kasus tersebut agar tidak ada lagi peredaran barang kadaluarsa dan beracun di pasaran.
” Kami meminta kepada instansi terkait agar tidak sibuk cari muka dengan isu Pilkada hingga mengabaikan tugas pokoknya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, jangan hanya kegiatan- kegiatan seremoni saja namun harus dapat menunjukan kinerja yang pro pada kepentingan masyarakat luas,“ tegasnya.
Ia juga menegaskan agar Disperindag segera melakukan investigasi dan memberikan sanksi pada penjual atau distributor makanan apabila bila terbukti lalai dalam menjaga mutu makanan.
” Dengan adanya kasus tersebut instansi terkait wajib segera investigasi dan serta membeberkan hasilnya kepada masyarakat, karena publik juga harus tahu agar masyarakat bisa lebih waspada lagi,” pungkasnya.
(Lingga/Dede)

TIDAK ADA KOMENTAR