Pemkot Pontianak Fokus Jaga Kebersihan Saluran

Pemkot Pontianak Fokus Jaga Kebersihan Saluran

BERBAGI
Foto : Sutarmidji, Wali Kota Pontianak/bappedaptk.go.id

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menjelaskan kalau saluran primer adalah tanggung jawab pemerintah pusat.

“Karena biasanya saluran primer tersebut itu menghubungkan antara satu atau minimal dua kabupaten/kota. Seperti sungai Kapuas itu juga urusan pemerintah pusat seperti penataan dan turabnya,” katanya.

Namun, katanya Pemerintah Kota Pontianak juga melaksanakan penataan, kemudian ada tujuh saluran primer di Kota Pontianak adalah tanggung jawab dari pemerintah pusat, namun pihaknya juga melakukan turab supaya cepat.

“Saya berani pastikan bahwa ketika jaman saya tidak ada satupun parit yang diperkecil ataupun di tutup, bahkan yang ada kita benahi dan tata menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

Makanya, kata Midji musibah banjir tidak terjadi di Kota Pontianak, namun yang terjadi hanya genangan air saja yang hanya bertahan sekitar 5 sampai 6 jam saja.

Kemudian, tambah Midji penataan jalan dipinggir sungai itu sudah berjalan, buktinya penurapan di pinggir sungai akan terus berlanjut.

Selanjutnya, untuk Beting rancangannya akan diselesaikan pada tahun 2016 ini, karena wilayah itu adalah bagian dari penataan pinggiran sungai kapuas, sehingga pada tahun ini yang baru akan digenahkan oleh pemerintah pusat adalah Banjar Serasan dan Tambelan Sempit yang dibangun.

“Dirinya berharap semoga keadaan keuangan negara menjadi lebih baik lagi sehingga semua program tidak ada yang tertunda,” harapnya.

Namun yang menjadi kekhawatiran dari Midji adalah akan adanya pemangkasan belanja negara sebesar Rp290 triliun, mudah-mudahan pemangkasan itu tidak ada imbas ke Kota Pontianak, karena di Pontianak ini tidak ada proyek-proyek yang besar dari pusat.

“Selanjutnya masalah sanitasi yaitu progmam ‘seratus kosong seratus’ seratus persen air bersih, nol wilayah kumuh, dan seratus persen akses sanitasi untuk 2019.

Dirinya berjanji program ini sudah bisa di wujudkan pada tahun depan yaitu 2017, tinggal sekarang kita semua menjaga kebersihan saluran-saluran primer, sekunder, dan tersier.

“Saya senang karena masyarakat sudah mulai menjaga sungai, karena kemarin ada festival sungai putat, nanti kita buat festival sungai bentasan, festival sungai Jawi,” ucapnya.

Jadi, kata Midji kebersihan itu akan dilombakan, karena dirinya menargetkan untuk ke depan seluruh RW harus memiliki Tossa untuk mengangkut sampah, dan sampah itu jangan lagi ditumpuk di TPS-TPS, karena junlah TPS nantinya akan dikurangi, dan kontainer juga akan dikurangi

Nantinya, kata Midji kendaraan Tossa itu bagaimana caranya sampah yang telah diangkut itu langsung masuk ke mobil pengangkut sampah ke TPA.

(Faisal/Dede)

TIDAK ADA KOMENTAR