APBD Belum Turun, DKPKP Melawi Pinjam Dana Untuk Operasional

APBD Belum Turun, DKPKP Melawi Pinjam Dana Untuk Operasional

237
BERBAGI
APBD Belum Turun, DKPKP Melawi Pinjam Dana Untuk Operasional
Foto : Petugas kebersihan DKPP Melawi/Afif
Nanga Pinoh, thetanjungpuratimes.com – Belum terlaksananya APBD, ternyata memberikan dampak pada pelayanan publik. Seperti yang terjadi di Dinas KebersihanPemadam Kebakaran dan Pertamanan (DKPKP) Kabupaten Melawi.
Karena honor belum dibayar, pegawai harian lepas (PHL) yang bekerja sebagai petugas kebersihan dan petugas taman mengancam mogok kerja.
Kepala DKPKP Kabupaten Melawi, Aci Evensius Ekeh akhirnya terpaksa meminjam dana pada pihak ketiga untuk membayar gaji para PHL itu.
Kami sudah nalang untuk pembayaran gaji PHL selama tiga bulan. Dananya kami pinjam dari pihak ketiga,” ungkapnya, Rabu (16/3).
 
Kata Aci, gaji seorang PHL tersebut sekitar Rp800 ribu perbulannya. Dengan menggunakan dana talangan dari pihak ketiga, setiap PHL diberikan uang Rp300 ribu dahulu. Sedangkan  sisanya diberikan dalam bentuk barang-barang kebutuhan pokok.
“Saat ini, kami sudah mulai kelabakanSebab pihak ketiga yang telah memberikan dana talangan, sudah mengeluh dan mengatakan sudah tidak mampu memberikan pinjaman,” ucapnya.
 
Dikatakan Aci, sebelumnya para PHL di DKPKP sudah menyampaikan pada dirinya, kalau sampai April belum ada kejelasan pembayaran gaji mereka, para PHL mengancam mogok kerja.  
“Untuk mengatasi itu, maka kami mencari dana talangan pada pihak ketiga,” ujarnya.
 
Selain itu kata Aci, pihaknya juga mengalami masalah dalam hal penyediaan bahan bakar minyak untuk kendaraan operasional angkutan sampahKarena uang untuk membeli bahan bakar sudah tidak ada. Kata dia, kebutuhan BBM dalam seminggu, untuk solar sebanyak 500 liter dan bensin sebanyak 200 liter.
“Saat ini, orang tempat biasa bon BBM sudah tidak mau di bon lagi,” ucapnya.
 
Padahal, lanjut dia, kalau tiga hari saja sampah di tempat penampungan sementara tidak diangkut, masyarakat akan mengeluh. Katanya, setiap harinya, satu armada dum truk mengangkut sampah minimal lima kubik.
“Sementara satu hari saja sampah tidak diangkut, orang-orang sudah SMS minta sampah yang sudah menumpuk supaya segera diangkut,” ujarnya.
 
Termasuk juga dana untuk servis kendaraan, karena kendaraan tiap hari digunakan, sehingga kendaraan harus rutin di servis. Sementara saat ini, dari pihak bengkel juga sudah tidak mau dihutang biaya servis kendaraan.
“Mereka mau dihutang kalau hanya satu bulan. Tapi kalau sudah lebih dari satu bulan mereka tidak mau,” ucapnya.
 
Aci berharap APBD Melawi tahun 2016 bisa secepatnya terealisasi. Karena satu-satunya solusi untuk menanggulangi persoalan di DKPKP Melawi  hanya dengan cara dana yang sudah diajukan di APBD segera direalisasikan.
“Yang kasihan itu, bagi tenaga honor dan PHL, karena pendapatan mereka hanya mengharapkan dari honor yang mereka dapatkan tiap bulan,” pungkasnya. 
(Afif/Dede)

TIDAK ADA KOMENTAR