Kejari Ketapang Bagikan Sertifikat ke Petani Korban PT BIG

Kejari Ketapang Bagikan Sertifikat ke Petani Korban PT BIG

330
BERBAGI
Kejari Ketapang Bagikan Sertifikat ke Petani Korban PT BIG
Foto : Para petani saat laksanakan solat di depan kantor kejari Ketapang/Raden Asmun

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Sebelum menerima pembagian 116 sertifikat dari 1.532 sertifikat, perwakilan petani terlebih dulu melakukan sujud syukur tepat di halaman depan Kejari Ketapang. Dengan menggunakan alas sebuah terpal dan koran, puluhan perwakilan petani melakukan salat dengan khusuk, cuaca panas seolah tak mengurangi semangat mereka bersyukur kepada Allah karena hak mereka yang mereka tunggu akhirnya dibagikan juga.

Saat dikonfirmasi, Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang, Isa Anshari yang mengawal kasus ini sejak awal mengaku pihaknya bersyukur dengan adanya titik terang pembagian sertifikat dan uang sejumlah Rp7 miliar kepada petani korban esk PT BIG. Walaupun di akuinya pembagian kali ini baru 116 sertifikat namun pihaknya yakin seluruh sertifikat dan uang akan terus dibagikan kepada Puluhan perwakilan petani korban penggelapan sertifikat oleh eks PT Benua Indah Grup (BIG).

Ratusan perwakilan petani korban eks PT BIG datang dengan membawa berbagai spanduk yang terbuat dari kertas karton, yang mana berisi tulisan ucapan terima kasih mereka kepada sejumlah pihak terkait diantaranya ucapan terimakasih kepada Kajari Ketapang, Kejati Pontianak, Kapolda Kalbar, Ombudsman Kalbar.

“Hari ini kami datang karena Kejari Ketapang akan mulai membagikan 116 sertifikat petani serta uang tunai masing-masing Rp 4 jutaan kepada para petani yang sudah melunasi sertifikatnya,” ungkapnya, Rabu (16/3).

Isa mengatakan kali ini pihaknya datang bersama para petani dari dua desa yakni Desa Belaban 7, SP 8 dan Desa Pembuatan Jaya.

“Kami akan terus berjuang sampai semua petani mendapatkan haknya, kami mengucapkan terima kasih kepada Kejari Ketapang yang telah mulai membagikan sertifikat petani walaupun bertahap, kepada pak Kapolda Kalbar kami juga mengucapkan terima kasih karena berani menangkap Budiono Tan yang telah mendzolimi petani, terima kasih juga kami ucapkan kepada Ombudsman Kalbar yang membantu mengawal persoalan ini dan yang terpenting kepada kawan-kawan media yang sudah sangat luar biasa membantu kami mengawal kasus ini,” katanya.

Sementara itu, Supirman salah satu petani Desa Pembuatan Jaya sekaligus Ketua Petani Pir Trans Ketapang mengaku sedikit lega dengan mulai dibagikan sebagian sertifikat petani.

“Kita sedikit lega dan tenang dengan realisasi ini, walaupun secara bertahap, karena perjuangan kami selama tujuh tahun akhirnya benar-benar membuahkan hasil,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Joko Yuhono membenarkan jika pihaknya sudah membagikan sebanyak 116 sertifikat dari 525 sertifikat yang sudah dilunasi para petani.

”Hari ini yang dibagikan 116 sertifikat dan uang perorangnya Rp4,5 juta, ini akan terus berjalan untuk yang sudah lunas jumlah petaninya 525 orang,” paparnya.

Lanjutnya, setelah semua petani yang lunas telah selesai menerima sertifikat dan uangnya, pihaknya akan melanjutkan untuk memproses 1.010 petani yang belum melunasi sertifikat tersebut.

”Saat ini untuk yang belum lunas sedang dilakukan proses rekonsolidasi data mengenai berapa kekurangan tiap-tiap petani dalam pelunasan sertifikat sehingga dapat dihitung dan dibayar, setalah itu langsung kita proses dan bagikan sertifikatnya serta uang Rp4,5 juta tersebut,” terangnya.

Para petani diwajibkan membawa syarat-syarat teknis pengambilan sertifikat dan uang dengan membawa surat pernyataan antara petani dan hampara, fotocopy KTP, KK dan bukti pelunasan pembayaran, atau jika ada yang sudah meninggal maka ahli warisnya harus membawa surat keterangan kematian dan ahli waris.

“Penyelesaian semuanya secepatnya, kita tidak mau berlama-lama, kalau bisa sebelum akhir tahun ya kita kejar yang jelas secepatnya, makanya semua bagian di Kejari bekerja sama mulai dari Pidsus, Pidum, Intel, Jaksa dan lainnya,” tegasnya.

(Raden Asmun/Dede)

 

TIDAK ADA KOMENTAR