PKL yang Enggan Dipindahkan Akan Dilakukan Pendekatan

PKL yang Enggan Dipindahkan Akan Dilakukan Pendekatan

210
BERBAGI
PKL yang Enggan Dipindahkan Akan Dilakukan Pendekatan
Foto : Pasar Rakyat Tebas/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Pedagang kaki lima di pasar Tebas yang enggan pindah ke pasar rakyat Tebas (PRT) kabupaten Sambas, akan dilakukan pendekatan terlebih dahulu.

Camat Tebas , Sugiarto mengatakan pendekatan dilakukan, dengan menanyakan permasalahan kepada pedagang yang tidak mau dipindahkan tersebut.

“Kalau memang terdapat pedagang yang tidak mau menempati kios atau lapak mereka di pasar rakyat Tebas, terlebih dahulu tim akan melakukan pendekatan. Apa yang menyebabkan mereka tidak mau pindah,” katanya Rabu (16/03).

Dikatakannya sesuai kesepakatan yang dilaksanakan bersama pedagang, setelah pencabutan undi nomor kios beberapa waktu lalu. Pedagang sudah harus menempati PRT tanggal 15 Maret.

“Batas akhir pedagang untuk menempati kios dan lapak di PRT paling lambat 15 Maret, atau kemarin hari Selasa,” ujar Sugiarto.

Tenggat waktu tersebut lanjut Sugiarto akan dilanjutkan dengan waktu toleransi.

“Setelah 15 Maret, pedagang diberi waktu hingga 18 Maret untuk membongkar sendiri bangunan mereka yang lama, yang terdapat di emperan pasar Tebas. Jika tidak dibongkar sendiri, dengan terpaksa akan dibongkar oleh petugas, pada 19 Maret akan dilakukan penyisiran,” tegasnya.

Sugiarto sangat mengapresiasi masyarakat Tebas, terutama para pedagang kaki lima yang mau bekerjasama menata pasar Tebas. Menurutnya dengan mematuhi dan menempati tempat yang disediakan oleh pemerintah, merupakan suatu hal yang membanggakan.

“Kita apresiasi para pedagang di Tebas yang telah bersedia di menempati PRT,” ujarnya.

Sementara terkait pedagang yang masih belum memperoleh lapak atau kios di pasar Tebas, Sugiarto mengatakan akan mengakomodir hal tersebut.

“Bagaimanapun kegiatan ekonomi tetap akan berjalan, bagi mereka yang belum memperoleh lapak atau kios akan tetap dimasukan,” ucapnya.

(Gindra/Dede)

TIDAK ADA KOMENTAR