Bupati Minta Oknum Kepsek Bocorkan UN Dipecat

Bupati Minta Oknum Kepsek Bocorkan UN Dipecat

BERBAGI
Ujian Nasional
Foto : Ilustrasi lembar soal ujian nasional/ bestar.id

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Adanya dugaan keterlibatan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Ngabang, Kabupaten Landak dalam kasus penjualan kunci jawaban Ujian Nasional (UN), menjadi sorotan keras dari berbagai kalangan. Hal ini dianggap telah mencoreng dunia pendidikan di Kalimantan Barat, khususnya di Ngabang, Kabupaten Landak.

“Kepsek yang bersangkutan harus diberi sanksi dengan cara pemberhentian tidak dengan hormat,” ungkap Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot saat ditemui di Rumah Radakng Pontianak, Kamis (7/4).

Menurutnya, proses hukum terhadap oknum kepala sekolah ini harus jelas.Dan jika terbukti, diharapkan sampai sampai ke pengadilan.

“Karena oknum tersebut telah membocorkan rahasia negara,” ujar Adrianus.

Terlepas dari kasus ini, lanjut Adrianus, untuk pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA/SMK di Kabupaten Landak berjalan lancar dan aman. Hanya saja, terhadap pengunaan komputer dalam pelaksanaan UN ini, pemerintah pusat harus konsekuen.

“Jika sekolah diwajibkan melaksanakan UN dengan mengunakan alat bantu komputer, seharusnya jauh-jauh hari pemerintah pusat sudah menyiapkan sarana terkait,” tuturnya.

Sehingga, hal ini berimbas kepada pemerintah daerah yang dibebani dengan menyediakan peralatan komputer.

“Kabupaten Landak memiliki peralatan komputer hanya di SMA 1 dan SMK 1. Padahal semua ini tidak dianggarkan dalam APBD kita,” pungkasnya.  (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

TIDAK ADA KOMENTAR