Presiden Akan Resmikan PT WHW di Ketapang

Presiden Akan Resmikan PT WHW di Ketapang

BERBAGI
Foto : Rombongan Menteri Perindustrian saat melihat pabrik PT WHW di Ketapang/ Humas Pemkab Ketapang

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Guna mempersiapkan kunjungan kerja Presiden RI, Joko Widodo ke Kabupaten yang diagendakan pada 21 Mei 2016,  sejumlah petinggi negeri ini pun datang dari Jakarta ke Ketapang. Jika awal April 2016, Pemkab Ketapang menyambut kedatangan BKPM RI dan Gubernur, kembali giliran Menteri Perindustrian RI, Saleh Husin SE. MSi mengunjungi pabrik alumina terbesar ketiga se Asia di Dusun Sungai Tengar.

Menteri Perindustrian RI bersama Gubernur Kalbar dan rombongan melihat langsung proses produksi alumina di pabrik smalter PT. WHW AR Site Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Sehingga, dengan investasi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional

Wakil Direktur PT. WHW AR, Ronald Sulistyanto menjelaskan, pembangunan pabrik WHW dimulai sejak tahun 2013 meliputi lima katagori pembangunan yaitu Alumina Revenery, Power Plant, Red Mud, serta Living Quarter, dan Jetty.

Untuk periode Juli sampai Maret 2016, Alumina Revenery sudah mencapai 99 persen dengan line satu kapasitas produksi 1 juta SGA. Sedangkan untuk Power Plant 95 persen 80 MW untuk kapasitas produksi 1 juta SGA, Red Mud sudah 100 persen dengan luasan 160 Ha masa pakai 15 tahun bagi produksi SGA 2 juta ton pertahun.

Untuk Living Quarter atau perumahan karyawan lengkap dengan fasilitasnya sudah 85 persen serta Jetty sudah 90 persen untuk kapasitas produksi 2 juta SGA dan rencana produksi awal dengan output 2 juta ton yang nilai investasinya 1,2 milyar US dollar,.

“Bahan dasar material dari alumina ini adalah bauksit yang dulunya diekspor langsung bahan mentah namun dengan smalter ini diproses menjadi Metallurgical Grade Bauxite {MGB} selanjutnya akan menjadi Smelter Grade Alumina (SGA),” jelas Ronald Sulistyanto didepan Menteri Perindustrian RI dan Gubernur Kalbar.

Berdasarkan data hasil eksplorasi IUP Harita Group (Desember 20130), total cadangan bauksit untuk supply PT. WHW sebesar 828 juta ton. Sedangkan total kebutuhan MGB untuk 28 tahun sebesar 153 juta ton.

Artinya over supply 675 t juta ton. Disamping itu dikatakanya bahwa WHW juga telah melakukan Program Alih Teknologi bagi 125 orang pemuda pemudi Indonesia ke China dengan mengirim untuk tahap pertama terdiri 44 peserta yakni 40 pria dan 4 wanita untuk belajar bahasa 4 bulan dan 6 bulan magang di China.

“Untuk tahap kedua terdiri 81 peserta terdiri 77 pria dan 4 wanita juga untuk belajar bahasa selama empat bulan dan magang enam bulan di China,” pungkasnya. (Asmun/Yuniar)

TIDAK ADA KOMENTAR