Panitia Bantah Dana Pembangunan Masjid Diselewengkan

Panitia Bantah Dana Pembangunan Masjid Diselewengkan

756
BERBAGI
Masjid Al-lkhlas Ketapang Kalbar
Foto : Kondisi pembangunan Masjid Al-lkhlas saat ini/ Asmun

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Wakil Ketua Pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas, H Hammizar menegaskan, pihaknya bekerja sesuai dengan amanah dan pihaknya juga sudah diperiksa setiap tahun oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kalbar.

“Hasilnya clear dan clean. Bahkan BPKP sesuai permintaan KPK juga telah memeriksa dan hasilnya pemeriksaan juga clear dan clean,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (27/4).

Ia mengaku dirinya dan panitia lainnya bekerja melaksanakan pembangunan Masjid Al-Ikhlas sesuai amanah. Apalagi yang dikerjakan adalah rumah Allah sehingga tidak mungkin melakukan penyimpangan.

Untuk itu dirinya meminta semua elemen masyrakat agar mendukung pihaknya dalam penyelesaian pembangunan dan ikut mengawasi pembangunan tersebut.

Mengenai anggaran yang saat ini telah digunakan untuk pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas, Ia menjelaskan, sampai saat ini sejak  tahun 2011 hingga tahun 2015, total anggaran dari APBD sebesar Rp37 Miliar ditambah sumbangan dana CSR sekitar Rp13 Miliar, sehingga total anggaran yang telah digunakan sebesar Rp50 Miliar.

“Untuk tahun ini dianggarkan lagi sebanyak Rp16 Miliar tapi belum keluar,” tuturnya.

Ia mengatakan, dengan total anggaran Rp50 Miliar yang sudah dikelola, saat ini pembangunan Masjid Al-Ikhlas sudah berjalan sekitar 82 persen  dengan ornamen bagian dalam bangunan dapat dikatakan merupakan bangunan tercantik se-Indonesia.

“Kami berharap pembangunan masjid cepat selesai sehingga dapat segera dimanfaatkan dan menjadi kebanggan kita semua. Kita berharap pihak terkait tidak menyebar isu-isu yang tidak benar karena kita bekerja sesuai amanah untuk membangun rumah Allah,” tegasnya. (Asmun/Yuniar)

Berita terkait : Polres Ketapang Selidiki Dana Pembangunan Masjid Al-Ikhlas

TIDAK ADA KOMENTAR