28 ABK Nelayan Asing Asal Vietnam Diperiksa Imigrasi Pontianak

28 ABK Nelayan Asing Asal Vietnam Diperiksa Imigrasi Pontianak

495
BERBAGI
Foto : ABK Nelayan asal Vietnam saat diperiksa di kantor Imigrasi Kelas I Pontianak/Agus

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Sebanyak 28 anak buah kapal (ABK) nelayan asing asal negara Vietnam diperiksa di Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, pada Kamis (28/4) siang.

Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak Prayitno mengatakan, ke 28 nelayan warga negara Vietnam itu merupakan limpahan dari Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Prayitno mengatakan seluruhnya adalah nelayan yang ditangkap oleh kapal Hiu Macan 1 pada tanggal 15 April 2016.

Mereka ini, kata Prayitno ditangkap oleh PSDKP di enam kapal nelayan yang masuk ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia khususnya di Daerah Natuna.

“Sementara ini Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak menerima 28 orang nelayan asal Vietnam, totalnya ada 52 orang. Sementara yang lainnya yakni 24 orang lagi masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik dari PSDKP,” kata Prayitno.

Nelayan asing asal Vietnam ini kata Prayitno, setelah menjalani berita acara pemeriksaan (BAP), akan dimintai keterangan oleh pihak imigrasi untuk diproses selanjutnya.

“Akan segera kita limpahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) untuk proses deportasi. Hasil pemeriksaan sementara oleh penyidik bahwa semua nelayan asal Vietnam ini sama sekali tidak memiliki dokumen resmi, hanya memiliki kartu identitas, kalau di Indonesia semacam KTP,” ungkap Prayitno.

Hal yang sama disampaikan oleh Fredi Siswanto petugas PSDKP. Ia menuturkan nelayan asing asal Vietnam ini sebelumnya ditangkap oleh PSDKP karena masuk perairan Indonesia pada 15 April 2016.

“Totalnya berjumlah 52 orang, mereka diduga melakukan pencurian ikan di daerah Zona Ekonomi Eksklusif  (ZEE) Indonesia,” ungkapnya.

Fredi juga mengungkapkan yang dikirim ke kantor Imigrasi kelas I Pontianak baru 28 orang, sedangkan sisa 24 orang lainnya masih dalam proses penyedikan oleh PSDKP.

(Agustiandi/Dede)

 

TIDAK ADA KOMENTAR