Masyarakat Perbatasan Keluhkan Perkebunan Sawit

Masyarakat Perbatasan Keluhkan Perkebunan Sawit

BERBAGI
Foto : Tokoh Masyarakat Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Tomas Langit/ Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Masyarakat Perbatasan Kapuas Hulu keluhkan permasalahan kelapa sawit kepada DR Oesman Sapta Odang (OSO), Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota DPD RI perwakilan Kalimantan Barat. Keluhan itu disampaikan masyarakat saat OSO melakukan penyerapan aspirasi dalam masa reses DPD RI di Aula DPRD Kapuas Hulu, Kamis (12/5).

Dalam kegiatan tersebut Tokoh Masyarakat Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Tomas Langit mengatakan, saat ini perkebunaan kelapa sawit rentan mendatangkan masalah.

“Perusahaan tidak konsisten menjalankan CSR, mereka hanya melobi lahan masyarakat, setelah ada HGU tapi jalannya mandek. Kegiatan tidak ada,” keluhnya dihadapan OSO dan Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir.

Menurut Tomas, janji kesejahteraan yang diumbar perusahaan sawit di perbatasan sudah tebalik. Warga mau bekerja disana juga sudah sulit.

“Kalau perusahaan tidak mampu, pemerintah harusnya meninjau. Kalau tidak kuat jadi investor, perusahaan tersebut mestinya take over. Jangan sampai menyengsarakan masyarakat, dan menimbulkan berbagai masalah,” tegasnya.

Tomas mengatakan, ada salah satu perusahaan sawit di daerahnya yang sudah mandek usahanya, sehingga masyarakat jadi susah.

“Kami mohon pemerintah memperhatikan masalah perkebunan sawit ini, evaluasi semua. Apalagi Kapuas Hulu sudah ada Perda 18 tahun 2014 tentang kemitraan, ini seharusnya bisa jadi senjata untuk mensejahterakan masyarakat, bukan sebaliknya,” pungkasnya. (Yohanes/Yuniar)

TIDAK ADA KOMENTAR