Ini Penjelasan GM Damri Terkait Peristiwa Kecelakaan

Ini Penjelasan GM Damri Terkait Peristiwa Kecelakaan

423
BERBAGI
Foto : Ilustrasi _ Kecelakaan lalu lintas/ detik.com

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Terkait kecelakaan lalu lintas yang dialami Bis Damri membawa penumpang anggota kepolisian, Minggu (22/5), General Manager (GM) Perum Damri Stasiun Pontianak, Bambang BP mengaku, pihaknya akan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap para korban.

“Kita bertanggungjawab sepenuhnya, terkait pengobatan kepada para pasien yang menjadi korban,” ungkap Bambang saat ditemui ketika meninjau langsung korban di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Senin (23/5).

Bambang mengaku, setelah mendapatkan informasi terjadinya kecelakaan, pihak Damri langsung melakukan evakuasi dengan mengirimkan petugas ke tempat kejadian dan juga langsung melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Minggu malam para korban sudah tiba di dua rumah sakit di Pontianak,” tuturnya.

Korban yang dirawat di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak ada tiga orang yakni supir, kernet dan seorang ibu warga biasa yang mengalami luka di kepala dan pada bahu kiri mengalami retak. Sementara di Rumah Sakit Anton Sujarwo Pontianak, ada dua anggota Brimob yang juga harus mendapat rawat inap, karena luka yang dideritanya.

“Sedangkan 15 orang korban lainnya hanya mengalami luka ringan dan mendapatkan rawat jalan dan sisanya tidak mengalami luka,” paparnya.

Saat terjadinya kecelakaan, lanjut Bambang, isi penumpang bis Damri sebanyak 26 orang yang terdiri dari anggota Brimob sebanyak 23 orang, dan sisanya penumpang dari masyarakat dan ditambah dua orang supir dan kernet bis.

“Anggota Brimob itu naik dari daerah perbatasan mau ke Pontianak. Sementara untuk penumpang umum, naik dari simpang Runtu dengan tujuan Pontianak. Jadi jumlah keseluruhan isi bis waktu itu 28 orang, sedangkan isi maksimal bis Damri ini 29 orang,” ujarnya.

Dia juga mengaku, pengoperasian bis Damri sudah melalui standar serta SOP yang sudah ditentukan. Kerena bis ini berangkat sehari sebelumnya sudah sampai di Pangkalan Bun dalam kondisi sehat.

“Berdasarkan laporan dari David, supir Damri, bahwa sebelum terjadinya laka tersebut, rem bis terasa keras bukan blong. Saat saya tanya supir, bis dalam posisi perseneling  4 saat turun tanjakan. Sementara supir tidak sempat lagi mengganti perseneling rendah. Sementara bis sudah melaju kencang. Ditambah lagi supir sudah menginjak kopling membuat posisi perseneling bis menjadi netral dan bis semakin kencang sehingga menjadi tidak terkendali dan akhir masuk ke jurang hingga lima meter,” paparnya.

Tapi kata Bambang, untuk memastikan penyebab terjadinya kecelakaan, pihaknya bersama pihak terkait masih melakukan evaluasi di lokasi kejadian.

“Saat ini kita masih melakukan evaluasi penyebab sebenarnya dari kecelakaan tersebut,” pungkasnya.  (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

TIDAK ADA KOMENTAR