Puluhan Anak di Gorontalo Ikut Gerakan Berkebun

Puluhan Anak di Gorontalo Ikut Gerakan Berkebun

BERBAGI
Foto : Ilustrasi - Puluhan anak di Gorontalo ikut gerakan berkebun/ republika.co.id

Gorontalo, thetanjungpuratimes.com – Puluhan anak di Kota/Provinsi Gorontalo mengikuti kegiatan belajar berkebun di Kelas “Baby Garden” Taman Moodu, Kota Timur, Minggu.

Dalam kegiatan itu, anak-anak belajar tentang bagian-bagian pohon dan fungsinya, serta menanam benih dan merawatnya.

“Kegiatannya sederhana tapi dilakukan bersama-sama sehingga anak-anak semangat melakukannya. Kami menyediakan benih sayur dan jagung, mereka memilih sendiri mau tanam yang mana,” kata Kepala Sekolah Baby Garden, Bani Malabar di Gorontalo.

Benih jagung yang ditanam merupakan jenis pulut varietas lokal Gorontalo, untuk mengenalkan anak tentang pangan asli daerah tersebut.

Anak juga belajar memanfaatkan sampah plastik seperti gelas air kemasan, sebagai wadah untuk menanam sayuran dan jagung.

Rencananya kelas berkebun akan diadakan setiap minggu, dengan sejumlah pengajar sukarela dari berbagai lembaga dan komunitas.

Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Gorontalo meluncurkan taman kegiatan berkebun untuk anak-anak yang disebut Baby Garden beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan perlu ada sebuah taman khusus untuk dikelola anak-anak, agar mereka terbiasa memelihara tanaman dan mencintai lingkungan.

“Taman ini akan jadi satu komplek dengan Taman Moodu, yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai Ruang Terbuka Hijau yang dikelola oleh FKH,” ujarnya.

Alternatif jenis tanaman yang cocok untuk dikelola anak adalah cepat tumbuh dan menghasilkan, seperti tomat dan wortel yang hanya membutuhkan 1 sampai 3 bulan sejak masa tanam hingga masa panen.

“Perlu juga ada penyiraman, pembersihan gulma dan pemupukan juga akan diajarkan dengan tampilan yang mudah dipahami anak. Orang tua akan berperan dalam mengingatkan jadwal atau memberi penghargaan kepada anak atas usaha yang dilakukannya selama merawat tanamannya,” tambahnya.

Ketika masa panen, anak akan dibiarkan dibiarkan memanen sendiri tanpa bantuan orang tua untuk melatih tanggungjawab dan kesabaran dalam sebuah proses. (Ant/Yuniar)

TIDAK ADA KOMENTAR