Singkawang Keluhkan Dana BOS Belum Cair

Singkawang Keluhkan Dana BOS Belum Cair

BERBAGI
Dana BOS
Foto : Ilustrasi/net

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Pendidikan Singkawang, HM Nadjib mengatakan, para guru sudah mengeluh lantaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak kunjung cair selama satu triwulan.

“Dan sekarang sudah memasuki triwulan ke dua,” kata Nadjib, Jumat (10/6).

Nadjib menuturkan, permasalahan dana BOS belum keluar, lantaran adanya edaran Gubernur Kalbar yang meminta agar Menteri Pendidikan untuk mengubah mekanisme penyaluran BOS.

“Tentunya untuk mengubah mekanisme itu tidak mudah. Sementara pendidikan jalan terus, tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Untuk itu, Nadjib selaku Kepala Dinas sekaligus Dewan Pendidikan Singkawang menginginkan agar Gubernur Kalbar datang sendiri ke Menteri Pendidikan jika menginginkan perubahan mekanisme itu.

Nadjib berharap, jangan sampai dana BOS di Singkawang ini dikarenakan ada kaitannya dengan hukum, sehingga sekolah yang dikorbankan.

“Kalau kita lihat, tidak ada hubungannya. Hukum masalah hukum, tapi pendidikan jangan sampai putus,” pintanya.

Menurutnya, Singkawang merupakan salah satu yang dilaporkan adanya dugaan korupsi dana BOS.

“Silahkan saja jika Kejaksaan Tinggi memanggil pejabat kita. Tapi, jika tidak terbukti, kita akan laporkan balik kepada orang yang telah melaporkan kita,” pungkasnya.

Dan pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya guna melaporkan balik kepada orang yang telah melaporkan itu lewat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Singkawang.

“Berdasarkan hasil audiensi kami, yang terdiri dari Dewan Pendidikan dan para kepala sekolah yang diperiksa kemarin, bahwa tidak terbukti adanya penyalahgunaan,” ungkapnya.

Dan dalam waktu dekat, pihaknya akan melaporkan balik orang yang telah melaporkan atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan.

“Nanti akan kita cari orangnya yang telah melaporkan kita. Dan saya yakin pasti dapat orangnya,” tuturnya.

Nadjib mengaku tidak perduli, apakah yang melaporkan itu berasal dari kelembagaan, pribadi dan sebagainya.

“Tetap kita laporkan balik,” tukasnya.

Menurut Nadjib, bahwa dana BOS itu merupakan dana transfer dari pusat ke rekening kepala sekolah.

“Jadi darimana dugaan korupsinya,” kata Nadjib. (Mizar/Yuniar).

TIDAK ADA KOMENTAR