Hentikan “Perpeloncoan” Dalam MOS

Hentikan “Perpeloncoan” Dalam MOS

BERBAGI
Stop Plonco
Foto : Ilustrasi - Hentikan perpeloncoan/ rimanews.com

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, telah menerbitkan Permendikbud nomor 18 tahun 2016, tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru. Dalam Permen tersebut, dengan jelas diuraikan beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan selama masa pengenalan sekolah, atau biasa dikenal dengan istilah masa orientasi siswa (MOS).

Karena masih terbilang baru, Permendikbud dinilai perlu secepatnya disosialisasikan ke sekolah-sekolah. Langkah ini penting agar pelaksanaan MOS  tidak melenceng dari ketentuan.

“Dinas Pendidikan perlu menyosialisasikan Permendikbud ini ke sekolah-sekolah, sebagai pedoman pelaksanaan MOS,” saran Servasius Selasio, anggota komisi C DPRD Sekadau, Senin (27/6).

Menurut Selasio, lahirnya Permendikbid tersebut cukup relevan untuk dunia pendidikan saat ini. Seiring berkembangnya jaman, proses pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa tak jarang menjurus pada aksi-aksi di luar batas, misalnya perpeloncoan atau unjuk senioritas yang memberikan efek tidak baik bagi siswa. Sehingga radisi perpeloncoan perlahan-lahan harus dieliminasi.

“Dalam Permen ini jelas diatur apa saja yang tidak boleh dilakukan, misalnya siswa diharuskan mengenakan kostum tertentu. Jadi ini perlu diketahui dan dipatuhi oleh pihak sekolah,” ujar politisi Hanura ini.

Peraturan itu juga dengan tegas berisikan sanksi bagi sekolah yang dengan sengaja melakukan pembiaran jika terjadi proses perpeloncoan.

“Kalau ada pembiaran kepala sekolahnya bisa dicopot. Makanya saya harap aturan ini dapat segera dikenalkan ke sekolah dan dapat dijadikan pedoman,” pungkas Selasio. (Yahya/Yuniar)

TIDAK ADA KOMENTAR