MAD di Sukadana, Dahulukan Program Prioritas

MAD di Sukadana, Dahulukan Program Prioritas

138
BERBAGI
Foto : Suasana Musyawarah antar desa di Sukadana/ Rizal

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – PNPM Mandiri Perdesaan Generasi Sehat Dan Cerdas (GSC) Kecamatan Sukadana, Kabupaten kayong Utara menggelar Musyawarah Antar Desa (MAD) Alokasi Dana dan Lokakarya tahun anggaran 2016 di aula Desa Sutera (30/6).

Hadir dalam musyawarah itu Camat Sukadana, Kepala Desa Sutera,  Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), dan Tim  Pendamping Masyarakat Desa (TPMD) serta  Pengelola Kegiatan (PK) sekecamatan Sukadana.

“Program ini ada kegiatan  prioritas yang harus didahulukan, diantaranya terhadap ibu hamil yang berisiko tinggi dan juga ibu hamil yang beresiko Kurang Energi Kronis (KEK). Kenapa ini diprioritaskan, karena menyangkut keselamatan ibu dan anak,” ungkap Herman, Fasilitator kecamatan saat menyampaikan materi di depan Kader PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sukadana.

Kemudian untuk anak yang menjadi prioritas adalah Balita dengan berat badan di Bbawah Garis Merah (BGM), dimana anak seperti ini harus mendapatkan perlakuan khusus dan harus cepat ditangani

“Kasus-kasus lain  yang menjadi sasaran adalah anak yang terkena kanker, jantungan, jantung bocor. Sehingga apapun yang ber kaitan dengan nyawa,  menjadi program kita yang harus diprioritaskan,” terangnya.

Walaupun saat ini pendidikan di Kabupaten  Kayong Utara sudah gratis, tetapi masih banyak ditemukan anak-anak usia SD dan SMP yang putus sekolah karena disebabkan banyak faktor.

“Bisa disebabkan karena kondisi perekonomian  orangtuanya,  bisa juga karena masalah sosial seperti orangtua yang  bercerai, sehingga berdampak terhadap anaknya itu sendiri. Sedangkan untuk anak yang berkebutuhan khusus, sampai saat ini kita belum mendapatkan formulanya. kalau pun  di Kayong Utara sudah berdiri SLB, namun sekolah itu hanya dijangkau oleh sesa tedekat saja, sedangkan untuk desa yang jauh, tentu tidak bisa terjangkau,” tutur Herman.

Camat Sukadana Syahrial Sholihin saat membuka acara  tersebut berharap agar  anggaran pemerintah yang  masuk  bisa terserap dengan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat.

“Untuk 2015 saja, kita hanya bisa menyerap dananya 56 persen. Dan ini sangat disayangkan karena dana yang sudah tersedia tidak bisa terserap secara maksimal,” ujarnya.

Apabila Dana Desa maupun Dana PNPM bisa dikelola dengan baik, maka lanjut Syahrial, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan juga  bisa mencapai kesejahteraan masyarakat yang ada.

“Apalagi sekarang ada kartu sehat, kartu pintar ada lagi yang namanya PKH. Luar biasa memang program dari pemerintah. Apabila ini bisa disenergikan, Insya Allah tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Bagi yang kesehatan tidak ada lagi masyarat yang kesulitan untuk berobat, kemudian tidak ada lagi posyandu yang tidak memiliki timbangan, tidak ada lagi posyandu yang tidak memiliki makanan tambahan,” jelas Syahrial.

Pada kesempatan itu, Syahrial berharap agar kader GSC bisa memberantas buta aksara yang ada di Kecamatan Sukadana, dimana sampai saat ini angka buta aksara masih terbilang cukup tinggi.

“Karena saya mendapatkan laporan  dari desa, masih banyak masyarakat yang buta aksara. Sehingga saya berharap kepada GSC, agar bisa mensinergikan program  dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk memberikan pendampingan terhadap ibu rumah tangga yang banyak buta aksara saat ini ” harap Syahrial. (Rizal/Yuniar)

TIDAK ADA KOMENTAR