Tjhai Cui Mie Imbau Warga Singkawang Jangan Terprovokasi

Tjhai Cui Mie Imbau Warga Singkawang Jangan Terprovokasi

450
BERBAGI
Foto : Sejumlah kalender yang ada lambang palu dan arit/ tribunnews.com

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Anggota DPRD Kota Singkawang, Tjhai Cui Mie merasa prihatin dan sedih, terkait beredarnya kalender yang bergambar palu arit di Kota Singkawang.

Menurutnya, dirinya membagikan kalender tersebut sebanyak 15 ribu buah, baik itu bertuliskan Indonesia maupun yang bertulisan Mandarin, kendati hanya sebagian saja.

Dirinya mengaku, membeli kalender tersebut berdasakan kegunaaannya, dimana di Kota Singkawang masih banyak yang menggunakan bahasa Mandarin, terutama bagi orang tua.

β€œDalam kalender yang bertuliskan Mandarin, masih ada keterangan dan kegunaan pada tanggal-tanggal tertentu, seperti hari apa yang baik untuk menikah dan sebagainya. Sehingga kalender ini bukan untuk melihat gambar,” paparnya.

Sehingga, dengan adanya kejadian tersebut, dirinya berharap kepada masyarakat agar menyikapi hal ini dengan hati yang dingin dan dengan rasa nasional. Karena menurut dia, bangsa Indonesia ini telah merdeka.

“Hampir 100 tahun kita merdeka, dan kita telah memiliki dasar Pancasila. Jadi kita tidak perlu dikacaukan dengan hal seperti ini. Bahkan jangan sampai terpancing provokasi. Jika memang ada gambar tersebut, itu adalah untuk negara RRC, dimana tanda tersebut merupakan tanda Partai Komunis Tiongkok yang didirikan Mosetung, dan tidak ada kaitannya dengan Indonesia,” jelasnya dengan mata berkaca-kaca.

Untuk itu, lanjut Chui Mie, dimanapun masyarakat berada, mari menjaga keutuhan NKRI yang telah terjalin damai selama ini. Dan jangan sampai terprofokasi dengan hal-hal yang kecil.

“Saya rasa kalender ini tidak hanya ada di Kota Singkawang, mungkin di negara lain juga ada,” ujarnya.

Sehingga, dengan adanya kejadian ini, merupakan salah satu pelajaran bagi semua, agar lebih teliti dalam membeli produk impor.

“Ini merupakan satu pelajaran yang berharga bagi saya pribadi,” pungkasnya. (Mizar/Yuniar)

TIDAK ADA KOMENTAR