Berburu, Anggota TNI Tewas Salah Tembak

Berburu, Anggota TNI Tewas Salah Tembak

BERBAGI
Foto : Senjata yang digunakan untuk berburu/Istimewa

Maluku, thetanjungpuratimes.com-Telah terjadi salah tembak saat berburu di hutan seorang Danramil Piru, Kapten Harol Patiwael, 54 tahun, pada hari ini Minggu (10/7) sekitar pukul 20.15 WIT, di Hutan Lula, Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malteng, Maluku.

Pelakunya adalah teman berburunya sendiri, berinisial PS, 30 tahun, seorang pemuka agama, di Desa Poka.

Berdasarkan informasi yang masuk ke redaksi, awalnya korban dan pelaku dan salahsatu teman korban berinisal RS, 29 tahun, sekira pukul 15.15 WIT berburu keluar dari rumah korban menuju Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malteng, dengan menggunakan mobil milik korban.

Pada pukul 16.20 WIT korban dan rekan berburu sampai di Dusun Lula, Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malteng. Setelah itu korban menyuruh dua rekannya untuk mengambil senjata.

Setelah masing-maing mengambil senjata, korban dan dua rekannya berpencar. Sebelum berpencar korban mengatakan kepada dua rekannya bahwa “Kamong dua naik sudah beta di bawah saja.”

Sekitar satu jam perjalanan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekira pukul 17.45 WIT, pelaku mendengar suara rusa di sekitar TKP dan pelaku langsung mencari arah suara tersebut. Sekitar jarak 40 meter dekat kubangan, pelaku melihat ada bayangan sejenis binatang setelah itu pelaku langsung membidik dan melakukan penembakan sebanyak dua kali.

Setelah melakukan penembakan, pelaku langsung berlari menuju arah sasaran, namun sampai di TKP pelaku kaget, bahwa sasaran yang tadi pelaku tembak ternyata bukan binatang yang dia maksud, melainkan korban yang sudah tertembak.

Setelah kejadian tersebut, pelaku menelepon anak korban berinisial KP mengabarkan bahwa bapaknya sudah kena tembak. Pada saat pelaku memberitahukan anak korban melalui telepon anak korban masih berada di Kota Ambon dan anak korban memberitahukan kepada Danton Brimob BKO Desa Seit untuk bersama-sama ke TKP.

Pada pukul 19.45 WIT, anak korban dan Danton Brimob BKO Desa Seit bersama dua rekan tiba si TKP untuk mengambil korban. setelah itu membawa korban ke Polsek Leihitu untuk di rujuk ke Rumah Sakit.

Akibat dari kejadian tersebut korban tewas karena mengalami luka tembak di bagian rusuk sebelah kiri.

Berdasarkan pemeriksaan, senjata yang digunakan untuk berburu adalah senjata organik standar TNI/POLRI. Senjata yang dibawa untuk berburu sebanyak 3 pucuk laras panjang, antara lain satu pucuk SS1 – v3 – kj1 kal 5,56 no senpi 94.014955 beserta 27 amunisi.

Barang bukti senjata api laras panjang yang digunakan sudah diamankan.

(Berbagai Sumber/Muhammad) 

TIDAK ADA KOMENTAR