Asal Usul Nama Pontianak

Asal Usul Nama Pontianak

BERBAGI
Foto : Masjid Jami Kesultanan Pontianak/Kurniawati

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Menurut Ketua Umum Majelis Musyawarah Istana Kadriah Kesultanan Pontianak, Syarif Selamat Joesoef Alkadrie, nama Kota Pontianak berasal dari kegiatan Suku Dayak yang menaikkan anak-anak mereka ke ayunan saat hendak membantu Syarif Abdurrahman menjalankan wasiat terakhir ayahnya, Habib Husein Alkadrie untuk mencari permukiman yang memiliki pepohonan hijau di dekat Sungai Kapuas Kecil, Sungai Landak dan Sungai Kapuas.

“Pada saat para Suku Dayak membantu menebang pohon yang ada di daerah tempat mereka tempati, Suku Dayak yang kegiatan sehari-hari mereka berladang sudah barang tentu membawa serta anak-anak mereka. Mereka selalu membawa ayunan yang terbuat dari kulit kayu dan disangkutkan ke ranting-ranting pohon untuk dijadikan ayunan. Ayunan tersebut sering disebut oleh anak suku dayak dengan sebutan “Ponti”. Karena ayunan itu dinaiki anak-anak, jadilah Pontianak,” jelasnya saat ditemui di kediamannya.

Syarif Selamat Joesoef Alkadrie atau biasa dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan Om Sin menjelaskan, sebelum  para Suku Dayak membantu Syarif Abdurrahman menebang pohon, mereka mempunyai syarat untuk diberikan kain merah.

“Hanya syarat saja. Bukan karena hal lain. Tidak ada unsur-unsur magis. Bila ada yang mengatakan ada unsur tersebut berarti mereka salah kaprah,” jelasnya.

Syarif Selamat Joesoef Alkadrie menambahkan, bahwa Suku Dayak ditemukan oleh pengikut Syarif Abdurrahman di sungai melayu saat sedang hendak mencari orang yang ingin bekerja menebang pohon-pohon yang ada menjadi sebuah permukiman saat mereka terdengar sedang bersenda gurau dan berdiskusi dari kejauhan.

Setelah mereka selesai dengan tugas mereka menebang pohon, mereka diberi wilayah tempat tinggal oleh Syarif Abdurahman. Sebagai tanda terima kasih.

“Tempat yang dimaksud adalah Sui Ambawang,” jelasnya.

Syarif Selamat Joesoef Alkadrie menambahkan bahwa tempat yang ditemukan oleh Syarif Abdurrahman ini tertanggal pada 23 Oktber 1771 M dan usai penebangan pohon  itulah dibuat Langgar (Surau tempat dakwah pertama Syarif Abdurahman sebelum menjadi Masjid Jami) dan tempat tinggal yang sudah di petak-petakkan oleh warga Suku Dayak atas perintah Syarif Abdurrahman.

(Kurniawati/Muhammad)

TIDAK ADA KOMENTAR