Pertamina dan Sopir Tangki BBM Sepakati Sejumlah Poin

Pertamina dan Sopir Tangki BBM Sepakati Sejumlah Poin

384
BERBAGI
Kesepakatan damai antara Pertamina, dan Awak Mobil Tangki di DPRD Pontianak
Foto: Kesepakatan damai antara Pertamina, dan Awak Mobil Tangki di DPRD Pontianak

Pontianak, thetanjungpuratimes.com –Persoalan antara Awak Mobil Tangki (AMT) dengan pihak perusahaan Elnusa Petrofin dan PT. Pertamina (Persero)  menemukan kata sepakat dengan ditandatanginya sejumlah poin kesepakatan melalui surat pernyataan bersama, di gedung DPRD Kota Pontianak, Kamis (21/7) Sore.

Surat pernyatan kesepakatan bersama tersebut ditandatangani oleh Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, perwakilan PT. Pertamina Ezion Siringo Ringo, serta Perusahaan Elnusa Petrofin, dan Seluruh Awak Mobil Tangki (AMT).

“Mereka (AMT) akan melaksanakan dengan baik apa yang jadi tanggung jawab mereka, tapi hak-hak mereka juga harus dipenuhi yang penting semua baik-baik saja dan hal ini tidak lagi terulang,” ucap Satarudin usai rapat mediasi yang dijembatani oleh DPRD Kota Pontianak tersebut.

Sementara itu Manajer Distribusi Pemasaran Pertamina Balikpapan, Ezion Siringo Ringo mengatakan  kesepakatan sudah menuju ke arah yang positif, dan para AMT tersebut berjanji tidak akan mogok kerja lagi.

“Intinya tadi sudah sepakat untuk tidak mogok lagi. Masalah loses (ukuran bensin) dan lain-lain itu nanti nomor dualah,” ungkapnya.

Berdasarkan surat kesepakatan bersama tersebut ada 10 poin yang disetujui bersama yang sebagian besar merupakan hak dan tanggung jawab dari AMT kepada Pertamina begitu juga sebaliknya.

Untuk saat ini Ezion mengatakan akan ada masa tes penilaian ulang  kepada AMT tersebut, seperti psikotes emosional, surat keterangan bebas narkoba, tes kesehatan, serta proses wawancara yang dilakukan Pertamina.  Dalam masa tersebut pendistribusian BBM ke SPBU masih akan dilakukan oleh TNI dan Polri.

Perihal waktu kapan AMT kembali bekerja, Ezion menjawab mereka akan bekerja usai proses masa penilaian itu selesai. Saat itu juga akan dibuat kontrak kerja baru bagi mereka yang dinyatakan lulus. Otomatis saat itu juga, penditribusian BBM dari pihak TNI POLRI selesai.

“Lebih cepat lebih baik, tergantung mereka (AMT),” tutup Ezion.

Sayangnya, usai melakukan mediasi, pihak AMT enggan berkomentar terkait hasil kesepakatan ini. Namun dari pantauan thetanjungpuratimes di lokasi, semua AMT menyambut baik keputusan itu. Secara bergilir mereka juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama, disaksikan oleh para anggota DPRD Pontianak.

(Agus/Dede)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR