Golkar Sudah Matang Dukung Jokowi pada Pilpres 2019

Golkar Sudah Matang Dukung Jokowi pada Pilpres 2019

99
BERBAGI
Presiden Jokowi saat menghadiri Hari Peringatan Koperasi Nasional di Jambi
Foto : Presiden Jokowi/Biro pers Istana
Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Politisi Partai Golkar, Mukhamad Misbkhun mengatakan bahwa partai Golkar sudah memikirkan matang-matang untuk memberikan dukungan bagi pencalonan Jokowi pada pemilihan presiden pada Tahun  2019 mendatang.
Wacana dukungan yang sudah lama berkembang tersebut akan dideklarasikan Partai Golkar di rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang akan dilakukan pada tanggal 27-28 Juli s016 di Jakarta.
“Itu kepada hal-hal yang strategis besar pencapresan Pak Jokowi di 2019 dan saya yakin ini upaya strategis untuk upaya posisi partai Golkar yang besar di tahun 2019,” kata Misbkhun di Warung Daun, Jalan  Cikini Raya Nomor 26, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7).
Namun dukungan Partai Golkar pada Presiden Jokowi di Capres 2019 yang akan datang, disebut- sebut mendapatkan tanggapan dari parpol PDIP dan Gerindra. Mereka meminta Jokowi harus hati-hati dengan permainan politik Golkar. Atas tanggapan tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI tersebut mengiyakannya.
“Dalam proses politik memang harus hati-hati karena partai Golkar adalah sebuah partai besar.Setiap langkah politik Partai Golkar akan menjadi acuan partai lain untuk kebijakan politiknya memberikan dukunga ke Pak Jokowi,” kata Misbakhun.
Anggota Komisi XI DPR RI ini menilai dukungan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu pada Pilpres 2019 adalah bagian dari strategi Partai Golkar pada perhelatan Pilres dan Pileg 2019 nanti. Pasalnya, pada tahun tersebut, baik Pileg maupun Pilpres dilakukan bersamaan.
“Ini adalah sebuah strategi Golkar bagaimana mengamankan posisi Golkar sebagai partai besar di pemilu 2019 dimana Pileg dan Pilpres itu dilakukan secara parallel waktunya bersamaan. Jadi ini strategi Partai Golkar distiminasi posisi Golkar di publik,” kata Misbakhun.
Ia juga menilai dukungan Jokowi di Capres 2019 nanti tidak terlalu dini. Dia  menilai hal ini seabgai sebuah upaya untuk melakukan pergerakan lebih awal untuk persiapan Partai Golkar menghadapi Pilpres dan Pileg 2019 yang akan datang.
“Saya pikir dini atau tidak dini sudah diperhitungkan oleh Partai Golkar, kita mempuyai kakulasi tersendiri untuk menjaga ritme sampai 2019 nanti, agar posisi Partai Golkar tetap yang selalu diatas pikiran dalam masyarakat,” kata Misbakhun.
(Suara/Dd)

TIDAK ADA KOMENTAR