Pemkab Sintang Didesak Bentuk Perda Sarang Burung Walet

Pemkab Sintang Didesak Bentuk Perda Sarang Burung Walet

232
BERBAGI
Foto: Ilustrasi/lampost.com

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Semrawutnya usaha sarang walet di Kabupaten Sintang disebabkan karena hingga saat ini Kabupaten Sintang belum memiliki Peraturan daerah (Perda) tentang usaha sarang burung Walet.

Akibatnya, banyak pengusaha yang mendirikan rumah sarang waletnya tanpa memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya.

Selain tidak memberikan kontribusi terhadap pendapatan Asli Daerah (PAD) Sintang, keberadaan sarang walet di kota Sintang akan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sintang, Supriyadi menyayangkan karena hingga saat ini belum ada aturan yang menata keberadaan usaha sarang walet yang sebenarnya berpotensi mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah(PAD).

“Saat ini keberadaan Sarang Walet di dalam Kota Sintang sudah menjamur, hampir di seluruh rumah toko yang ada di Pasar sungai Durian bagian lantai atasnya sudah dibangun rumah walet,” kata dia saat ditemui, Sabtu (23/7).

Menurut Supriyadi, selain tidak memberikan kontribusi kepada PAD Sintang, keberadaan sarang Walet di tengah kota akan berdampak negatif tehadap kesehatan masyarakat sekitar.

“Sebagai contoh jika atap rumah warga sudah dipenuhi kotoran burung walet, akan berdampak buruk kepada penampungan air warga yang terkena kotoran. Jika air itu yang dikonsumsi warga tidak menutup kemungkinan akan menjadi sumber penyakit, “ ujar dia.

Tidak hanya itu, lanjut Supriyadi, anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangat membutuhkan udara segar tanpa polusi sarang burung walet yang semakin menjamur. Ada bak-bak penampungan pada bangunan tersebut yang tentunya menjadi sasaran empuk nyamuk demam berdarah.

“Belum lagi kotorannya yang berjatuhan di atas permukiman warga, kondisi itu akan berdampak buruk bagi masyarakat, “jelasnya

Mantan Aktivis HMI cabang Sintang ini meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sintang agar segera menyusun aturan terhadap keberadaan sarang walet di Kabupaten Sintang.

“Kita berharap agar pemerintah segera membuat Perda sarang Walet di kabupaten Sintang agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat sekitar dan keberadaan sarang Walet tersebut juga berpotensi meningkatkan PAD Sintang,” pungkas dia.

(Lingga/Dd)

 

TIDAK ADA KOMENTAR