Serikat Tani Kubu Raya Sayangkan Sikap Represif Polisi saat Aksi Terkait PT...

Serikat Tani Kubu Raya Sayangkan Sikap Represif Polisi saat Aksi Terkait PT Sintang Raya

193
BERBAGI
Sikap Represif Polisi saat Aksi Terkait PT Sintang Raya
Foto: Kisruh PT Sintang Raya dan warga beberapa waktu lalu, Polisi diminta ungkap oknum dalang dibalik kisruh tersebut/ist

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Serikat Tani Kubu Raya (STKR) Seruat Dua Mengkalang Engkalang Jambu, Ola-Olak Kubu, Pelita Jaya, dan Sebuluk melakukan Aksi pada Sabtu (23/07), pukul 11.00 wib di lahan Sengketa di Desa Olak-Olak Kubu.

Aksi tersebut belum sempat dimulai massa sekitar 432 orang baru saja 500 meter dari permukiman mendapat hadangan dari pihak kepolisian dari Brimob.

Saat dihadang Indra berorasi di depan penghadangan pihak kepolisian, sentak pihak kepolisian dari Brimob memukuli massa baik perempuan dan laki-laki.

Adapun daftar nama korban yang mendapatkan pukulan dari pihak kepolisian dan brimob antara lain : Tama, Zainal, Indra, Roikatun, Niko, Ponidi, Lena, Rubiyem, Saniah, Akun, dan ikhsan.

Sedangkan yang diculik oleh pihak kepolisian dan dibawa ke kantor wilayah PT. Sintang Raya adalah warga dari Bengkayang yang sedang melakukan pelatihan pertanian bernama Ikhsan dan Akun dari Bintang Mas.

Wahyu Setiawan Ketua Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra) Propinsi Kalbar mengecam tindakan arogansi pihak kepolisian terhadap masyarakat Olak-olak Kubu dan sekitarnya yang sedang melakukan aksi damai menuntut hanya lahan yang dirampas oleh pihak PT Sintang Raya.

“Surat sudah kita layangkan kesemua pihak yang mana aksi ini dilakuan karena persoalan PT. Sintang Raya sejak tahun 2007 sampai saat ini pemerintah tidak mengindahkan justru masyarakat dipenjarakan,” jelasnya saat dihubungi, Senin (25/7).

Padahal, kata Wahyu  perusahaan cacat hukum dan merugikan, ada apa dengan Pemerintah terhadap perusahaan PT Sintang Raya.

Untuk itu, pihaknya menuntut Polda Kalimantan Barat menindak secara tegas oknum kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan terhadap puluhan warga Olak-olak kubu dan sekitarnya.

Selain itu, pihaknya meminta dihentikannya aktivitas perusahaan PT. Sintang Raya yang merupakan perusahaan pelanggar HAM.

“Selain itu juga meminta Polda untuk menarik seluruh personel kepolisian yang ada di perkebunan PT. Sintang Raya,” pintanya.

Serta, lanjut dia, meminta Pemerintah Daerah dan Propinsi Kalimantan Barat menindak tegas perusahaan PT. Sintang Raya dan mengadili direksi dan pimpinan perusahaaan yang melanggar HAM.

“Kita akan mengadukan persoalan pelanggaran HAM ini ke Komnas HAM Perwakilan Kalimantan Barat,” pungkasnya.

(Faisal/Dd)

TIDAK ADA KOMENTAR