Anggota DPR Hadiri Pertemuan Parlemen Asia

Anggota DPR Hadiri Pertemuan Parlemen Asia

89
BERBAGI
Foto : Ilustrasi/ indopos.co.id

Jakarta,  thetanjungpuratimes.com РDelegasi parlemen Indonesia yang diwakili Hamdhani dari Fraksi Nasdem dan Tjatur Sapto Edy dari Fraksi PAN menghadiri pertemuan Parlemen Asia di bidang ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Islamabad Pakistan.

Anggota DPR RI dari Nasdem Hamdhani dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (27/7), menjelaskan DPR RI mengutus dua anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) untuk mengikuti perhelatan Asian Parliamentary Assembly (APA) Standing Committee Meeting on Economic and Sustainable Development Affairs pada 25-29 Juli 2016.

“Delegasi Indonesia akan konsisten memperjuangkan bidang-bidang tersebut, untuk penguatan negara, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Hamdhani yang juga anggota Komisi IV DPR RI.

Berdasarkan keputusan dalam sidang pleno kedua APA di Teheran, Iran, November 2007, APA menyoroti lima isu besar yang dibagi dalam Komite Tetap, yakni isu politik, perdamain dan keamanan, sosial dan kebudayaan, ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, serta masalah energi.

Saat ini, keanggotaan APA terdiri dari 42 parlemen, 17 parlemen observer, dan parlemen regional.

Selain Indonesia, keanggotaan APA diperkuat negara-negara di ASEAN, juga ada Afganistan, Bahrain, Pakistan, China, Korea, Palestina, Saudi Arabia, Syria, Turki, Iran, dan lain sebagainya. Parlemen observer ada Australia, Fiji, Jepang, Qatar, Timor Leste, New Zealand, Oman, New Guinea, dan lainnya.

Pada 26-39 November 2008, DPR RI menjadi tuan rumah sidang pleno APA ke-3 yang mengukuhkan Ketua DPR RI sebagai President APA 2008-2010.

Pertemuan ini membahas tema Asia and the Need for a New Global Financial Architecture, berdasarkan pemikiran tentang krisis keuangan dunia, yang berdampak signifikan bagi perekonomian dunia.

Ketika itu, Asia salah satu kawasan yang terkena dampak krisis tersebut, sehingga harus segera melakukan tindakan bersama untuk mencari solusi, bekerja sama dengan pemerintah negara-negara anggota APA.

(Ant/Dd)

TIDAK ADA KOMENTAR