Pengamat : SP3 Karhutla Rentan Penyalahgunaan Kewenangan

Pengamat : SP3 Karhutla Rentan Penyalahgunaan Kewenangan

150
BERBAGI
Dr. Hermansyah, SH,M.Hum, Pengamat Hukum dan Dosen di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura/ Foto : Istimewa
Dr. Hermansyah, SH,M.Hum, Pengamat Hukum dan Dosen di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura/ Foto : Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 yang dikeluarkan pihak Kepolisian pada kasus kebakaran hutan dan lahan rentan penyalahgunaan kewenangan.

Seperti yang terjadi di Kalimantan Barat saat ini, Polda Kalbar telah memberikan SP3 kasus Karhutla, untuk satu perusahaan dan tiga perseorangan.

Dr. Hermansyah, SH,M.Hum, pengamat, sekaligus dosen di fakultas hukum Universitas Tanjungpura mengatakan, kalau kewenangannya ada pada penyidik, penentuan ada tidaknya ditunjukkan kepada penyidik ini sangat rentan disalahgunakan, jelas dia.

“Jika SP3 di keluarkan, hal yang musti diperhatikan, upaya hukum apa yg dilakukan, apakah cukup bukti dilakukan penghentian, dan apa yang menjadi dasar pihak penyidik hingga SP 3 ini dikeluarkan pihak kepolisian, kemudian pertanyaan berikutnya, apakah tidak cukup bukti lahan yang terbakar, orang yang membakar serta saksinya, jelas Hermansyah

Hermansyah pun menambahkan, ini adalah hal yang rawan untuk kondisi sekarang karena bisa saja berbagai macam kepentingan masuk untuk mempengaruhi penyidik yang nantinya bisa menjadi sebab keluarnya SP3 tersebut.

“Mungkin saja, dalam kebakaran hutan yang dilakukan korporasi,  terjadilah konspirasi pihak perusahaan dengan penegak hukum sehingga penegakkan hukum tidak berjalan, bisa saja pihak penegak hukum menghentikannya”.

Hermansyah pun berharap, publik dapat dan berhak mengetahui dasar hukum SP3 ini dari pihak kepolisian, baik organisasi terkait dan berkepentingan, LSM, dan masyarakat secara luas, dan jika terdapat penyelewengan dalam proses SP3 ini maka pihak-pihak yang berkepentingan tersebut bisa mengajukan gugatan kelompok katanya mengakhiri. (Kurniawati/Syafarudin)

TIDAK ADA KOMENTAR