Anggota DPR Ingatkan Menkeu Agar Tidak Melakukan Pemotongan Dana Desa

Anggota DPR Ingatkan Menkeu Agar Tidak Melakukan Pemotongan Dana Desa

244
BERBAGI
Foto: Anggota DPR RI Michael Jeno/Yahya

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Anggota DPR RI, Michael Jeno mengatakan saat ini pemerintah kesulitan mencapai target penerimaan negara.

Namun kata politisi PDIP ini, legislatif sebagai pengawas anggaran selalu mengingatkan kepada menteri keuangan agar dana desa tidak dilakukan pemotongan meskipun negara dalam kondisi seperti itu.

“Oke penerimaan sedang berat. Ada pemotongan sana-sini. Tapi sedapat mugnkin dana desa tidak dikurangi. Inilah saran kami di Komisi XI agar transfer dana desa tidak dipotong,” ujar dia saat dihubungi, Sabtu (30/7).

Dari dua ribu triliun APBN pada 2016 ini, lanjut dia, setidaknya Rp246 triliun dana yang belum terserap. Legislatif, kata dia, terus mendorong pemerintah untuk segera menggelontorkan dana tersebut ke daerah untuk selanjutnya dialokasikan ke pembangunan.

“Jika dipersentasekan sekitar 10 persen tidak terserap. Ini adalah suatu kondisi yang tidak diinginkan, apa guna dibuat anggaran tapi tidak digunakan,” ungkapnya.

Dirinya mengaku sangat mengapresiasi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang mengumpulkan aparat kepolisian dan kejaksaan untuk mengingatkan kembali agar para kepala daerah tidak dikriminalisasi terkait penggunaan anggaran daerah.

“Termasuk dana desa. Ini adalah revolusi anggaran yang luar biasa, itulah dibuat Undang-undang Desa langsung mengalir ke desa. Uang yang tadinya di Jakarta bisa turun hingga ke desa,” ucapnya.

Untuk itu, anggota komisi XI DPR RI itu berharap kepala desa tidak takut menggunakan dana desa dan dana desa tersebut bisa dimanfaatkan untuk program-program padat karya, rabat beton, irigasi desa dan lain sebagainya.

Namun, ia juga meminta para kepala desa juga tetap berhati-hati dalam memanfaatkan dana desa tersebut. Dengan adanya pembangunan di desa, diharapkan juga bisa menyerap tenaga kerja, terlebih saat ini harga karet dan sawit tidak begitu bagus.

“Jangan sampai dana yang sudah mengalir ke desa tapi tidak dipakai. Diharapkan juga, aparatur di desa diberikan motivasi dan edukasi untuk membuat program padat karya untuk membangun ekonomi di jalan desa. Jangan takut pakai dana desa tetapi tetap harus berhati-hati,” tandasnya.

(Yahya/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR