Tenaga Kerja Asing Terbanyak Bekerja di Ketapang

Tenaga Kerja Asing Terbanyak Bekerja di Ketapang

109
BERBAGI
Foto : Ilustrasi Pekerja Asing/lontaranews.com

Ketapang, thetanjungpuratimes.com-Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Ketapang, Mad Noor, mengatakan, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Ketapang hinggga bulan Juli 2016, sebanyak 451 orang, yang tersebar di beberapa perusahaan pertambangan dan perkebunan. Sebelumnya, pada tahun 2015, jumlah TKA di Ketapang sebanyak 558 orang.

“Saat ini menjadi penyumbang TKA terbesar di Kalbar adalah PT WHW (Well Harvest Winning), dengan jumlah 426 orang. Secara prosedural kita tetap melaporkan data tersebut ke provinsi, bupati, DPRD dan instansi terkait,” ungkapnya.

Mad Noor menjelaskan, sejauh ini sudah sering melakukan sosialisasi dan pembinaan. Belum ditemukan TKA yang tidak memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA).

Mengenai kewenangan, dia menjelaskan, hanya mengawasi tenaga kerja yang bekerja dilapangan. Jika ditemukan ada yang tidak mempunyai izin, maka akan dikeluarkan langsung dari kabupaten ketapang.

“Jadi yang kita urus adalah tenaga kerja saat bekerja. Bukan seperti yang di jalan-jalan, karena bisa saja itu wisata. Jika ditemukan TKA tidak memiliki IMTA akan kita keluarkan,” tegasnya.

Sementara itu, cara pengecekan TKA pihaknya terjun langsung kelapangan, salahsatu objeknya adalah PT WHW.

“Kita turun kelapangan sebulan 2 kali, terutama di PT WHW yang memang banyak TKA disitu,” ujarnya.

Untuk pengecekan ke pusat, tetap dilakukan koordinasi,  dikarenakan IMTA adanya di pusat. Sementara daerah hanya menerima bentuk copyan saja. Di WHW sendiri, menurutnya, pihaknya juga menerima bentuk copyan juga.

“Yang dilaporkan hanya yang punya IMTA. Kalau yang tidak memiliki IMTA saya juga tidak tahu,” tambahnya.

Mengenai kecurigaan terkait TKA tidak memiliki IMTA, selama ini belum ada indikasi kesitu. Sebab, copyan IMTA yang diterima juga sudah ditandatangani pusat.

Sejauh ini, hanya ada satu temuan tentang IMTA salah alamat sebanyak 10 orang, yang seharusnya dipekerjakan di Singkawang akan tetapi bekerja di Ketapang.

“Pernah masuk 10 orang yang seharusnya IMTA bekerja di Singkawang akan tetapi bekerja di Ketapang. Sudah disuruh keluar dari Ketapang,” katanya.

(Raden Asmun/Muhammad)

TIDAK ADA KOMENTAR