Polda Kalbar Janji Jamin Keamanan Warga yang Berkonflik dengan PT Sintang Raya

Polda Kalbar Janji Jamin Keamanan Warga yang Berkonflik dengan PT Sintang Raya

85
BERBAGI
Sikap Represif Polisi saat Aksi Terkait PT Sintang Raya
Foto: Kisruh PT Sintang Raya dan warga beberapa waktu lalu, Polisi diminta ungkap oknum dalang dibalik kisruh tersebut/ist

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Komnas HAM Perwakilan Kalimantan Barat telah melakukan pertemuan dengan Polda Kalbar terkait konflik warga dan PT Sintang Raya.

Pada pertemuan itu Polda Kalbar menjamin rasa aman warga desa yang selama ini mengalami ketakutan atas dugaan tindakan dari pihak kepolisian di PT Sintang Raya.

Hal ini diungkapkan Ketua Komnas HAM Perwakilan Kalimantan Barat, Kasful Anwar melalui pesan singkatnya, Rabu (3/8). Kasful mengatakan polisi dalam hal ini Polda Kalbar berjanji akan memberikan rasa aman terhadap warga di tiga desa tersebut.

“Kemudian hal ini saya sampaikan kepada warga yang masih berada di kantor Komnas HAM jika aparat tidak akan melakukan aksi sweeping, apalagi penangkapan kepada warga, serta akan menarik pasukannya dari PT Sintang Raya,” kata dia.

Menurutnya, setelah hal itu disampaikan kepada warga, akhirnya warga yang berkumpul mau juga membubarkan diri, karena sebelumnya warga mengancam tidak akan beranjak, dan akan menginap di kantor Komnas HAM.

Untuk meyakini masyarakat, dirinya juga sempat memberikan nomor ponsel pribadinya kepada warga agar segera menghubungi jika masih ada aparat kepolisian yang masih melakukan sweeping, apakagi sampai melakukan penangkapan kepada warga.

“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada satupun warga dari tiga desa itu yang menelepon saya. Ini artinya janji dari Polda memang benar-benar mereka tepati,” jelasnya.

Namun, bila ada warga yang menghubungi dirinya dengan menginformasikan jika ternyata ada aksi sweeping atau penangkapan, maka pihaknya akan kembali menindaklanjutinya dengan kembali mendatangi Mapolda Kalbar.

“Intinya kami hanya menginginkan agar bagaimana masyarakat di tiga desa tersebut mendapatkan rasa aman, dan merasa terlindungi pasca bentrok dengan aparat kepolisian terkait dengan polemik antara warga dengan PT. Sintang Raya,” pungkasnya.

(Faisal/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR