Legislator Pertanyakan Pembangunan SMPN 18 Sungai Kakap

Legislator Pertanyakan Pembangunan SMPN 18 Sungai Kakap

248
BERBAGI
Foto: Anggota DPRD Kubu Raya, Zulkarnaen/Faisal

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Anggota DPRD Kubu Raya Zulkarnaen meminta pihak terkait meninjau ulang letak pembangunan SMPN 18 di Kecamatan Sungai Kakap.

“Yang pertama letak sekolah itu menurut aturan yang dijelaskan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaa tidak sesuai kriteria yang ada,” ungkap dia saat ditemui, Kamis (4/8).

Dicontohkannya, letak bangunan SMP itu minimal harus ada dua sekolah dasar (SD) penunjang, selain itu jarak antara bangunan SMP dengan bangunan SMP lainnya minimal 6 Kilometer. Namun, jelasnya yang terjadi di Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap itu SD ada tiga, sementara SMP berjumlah empat buah bangunan.

“Sehingga menurut saya dari segi peletakan saja SMP yang baru dibangun itu sudah tidak masuk ke kriteria seperti yang dijelaskan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan kemarin,” paparnya.

Selain itu, saat ia meninjau bangunan sekolah itu, ada beberapa hal yang tidak dijalankan oleh pihak kontraktor terkait fisik bangunan seperti papan plang tidak ada, padahal dananya dari APBN dengan besaran kurang lebih Rp3 miliar.

Kemudian, lanjut dia, dari segi pengerjaan bangunan seperti pondasinya dengan cerucuknya berukuran kecil dengan ukuran tiga meter dipotong tiga bagian, sehingga cerucuk yang masuk ke tanah kurang lebih satu meter kedalamannya.

Selain itu dirinya juga melihat jika pondasi cakar ayamnya hanya satu lapis saja, dan dirinya tidak pernah melihat bangunan yang cakar ayamnya hanya menggunakan satu lapis.

“Yang sangat fatal adalah pengerjaan pondasi balok bagian bawah tidak menggunakan mesin molen, namun mengaduk semen dengan menggunakan aduk tangan manual, semua sudah saya domentasikan, dan sudah saya laporkan kepada kementerian pendidikan di Jakarta,” tukasnya.

Dikatakannya, dengan kejanggalan sudah seharusnya ada peninjauan kembali, danĀ  dirinya juga telah menyampaikan ke kementerian jika pembangunan sekolah itu tetap dilanjutkan, maka bangunan itu akan tidak ada penghuninya nanti.

Makanya, kata Zulkarnaen pada saat rapat dengar pendapat dirinya menentang kebijakan dari Dinas Pendidikan Kubu Raya. Dalam hal ini, pihaknya berharap dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya juga harus benar-benar melihat yang sebenarnya terjadi.

“Ya kalau memang perlu di setop pembangunannya untuk sementara maka setopkan saja dan selesaikan dulu persoalannya, dan jangan membangun yang wilayah yang tidak tepat sasarannya,” cetusnya.

Yang diherankan Zulkarnaen, mengapa sekolah itu diletakan sangat jauh dari masyarakat yang memang mustahil untuk dijangkau, sehingga siapa yang nantinya sekolah di SMP 18 tersebut, sehingga ada kesan jika sekolah itu dipaksakan untuk dibangun.

“Yang saya khawatirkan jika dilakukan pemeriksaan terhadap fisik bangunan itu, maka akan berpotensi korupsi yang akhirnya bangunan itu akan mangkrak, sehingga yang rugi juga kita walaupun bangunan itu dibangun dengan APBN,” pungkasnya.

(Faisal/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR