Masyarakat Empanang Kesulitan Penuhi Air Bersih

Masyarakat Empanang Kesulitan Penuhi Air Bersih

111
BERBAGI
Foto : Ilustrasi/net

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Tercemarnya sejumlah sungai di kecamatan Empanang membuat masyarakat di kecamatan itu kesusahan memenuhi kebutuhan air bersih.

Air yang ada pada anak-anak sungai di kecamatan tersebut keruh dan berminyak, sehingga warga setempat takut untuk mengkonsumsi airnya.

Kondisi tersebut dibenarkan, Antonius Sawo, Sekretaris Kecamatan Empanang. Kata Sawo permasalahan itu sudah lama terjadi di kecamatannya, namun belum ada jalan keluar.

“Akibatnya masyarakat setempat mulai kesulitan air bersih,” tegasnya di Putussibau, Kamis (4/8).

Sejumlah sungai kecil di Empanang sudah tidak layak dikonsumsi langsung. Bahkan masyarakat pun enggan menggunakannya untuk mandi, karena kondisi yang keruh dan berminyak. Adapun sungai yang tercemar adalah sungai Empanang, sungai Kantuk, sungai kecil lainnya, termasuk sungai Ensanak dan sungai Sebangkang.

“Sungai-sungai tersebut tercemar dipicu berbagai faktor, ada aktivitas perusahaan perkebunan, pekerjaan tambang emas, aktivitas galian C untuk kepentingan proyek. Mungkin karena melihat sungai sudah hancur, sama-sama ingin menghancurkannya,” tegasnya, sembari berguyon.

Sungai yang mengalami dampak pencemaran terparah yakni Nanga Kantuk dan Laja Sandang. Sulit air bersih apalagi saat kemarau, kuat keruhnya.

“Masyarakat berharap biar masalah air bersih ini dapat teratasi,” katanya.

Antonius mengungkapkan, daerah yang sudah mendapat bantuan air bersih baru di Desa Keling Panggau, namun kebanyakan daerah terdampak pencemaran belum ada.

“Bantuan air bersih baru-baru ini. Tapi daerah terkena dampak belum diperhatikan,” ucapnya.

Dirinya  berharap, aktivitas pemicu pencemaran segera ditertibkan seperti galian C.

“Biasanya mereka berhubungan dengan orang yang punya tanah, tapi tidak mikirkan dampak bagi masyarakat lainnya,” tutupnya.

(Yohanes/dd)

 

TIDAK ADA KOMENTAR