Menkes Minta Pemprov Kalbar Kerjasama Tekan Kasus Rabies

Menkes Minta Pemprov Kalbar Kerjasama Tekan Kasus Rabies

145
BERBAGI
Foto: Menkes Nila Farid Moeloek/Agus

Pontianak, thetanjungpuratimes.com –  Menteri  Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek memerintahkan Dinas Kesehatan dan Pertanian Provinsi Kalimantan Barat dan kabupaten/kota bekerjasama menekan kasus rabies.

Peryataan tersebut disampaikan usai pencanangan “Crash program” campak terintegrasi bulan pemberian kapsul vitamin A dan obat cacing, di gedung Pontianak Convention Center (PCC) Pontianak, Kamis  (7/8).

“Saat ini di Kalimantan Barat anjing  mulai dipelihara untuk menjaga perkebunan kelapa sawit,  sebenarnya kita harus bekerjasama antara kementerian kesehatan dan pertanian,” ujarnya.

Kata Menkes, untuk anjing yang dipelihara masyarakat, khususnya di Kalbar, yang dimanfaatkan untuk menjaga perkebunan, menjadii penting untuk dilakukan vaksinasi untuk mencagah penyakit rabies terus berkembang di masyarakat.

“Jadi tidak hanya vaksinasi pada anjing yang dipelihara di rumah saja. Anjing yang dipelihara di pertanian, tersebut juga harus divaksinasi,” tegasnya.

Namun hal tersebut diakuinya memang sedikit sulit untuk dilakukan, karena anjing tersebut dilepas liarkan. Ia berharap agar rabies di Kalbar bisa ditekan, hingga tidak ada lagi kasus tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf mengatakan saat ini, jumlah penderita rabies di provinsi ini tercatat 1.319 orang dan dari jumlah itu sekitar 1.200 lebih penderita sudah divaksin anti rabies.

“Sedangkan untuk korban meninggal dunia, bertambah tiga orang, dari sebelumnya 18 orang, saat ini terdata berjumlah 22 orang,” katanya.

(Agustiandi/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR