PDAM Putussibau Bantah Adanya “Pungli”

PDAM Putussibau Bantah Adanya “Pungli”

105
BERBAGI
Foto: Loket PDAM Putussibau/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Sistem administrasi di loket pembayaran PDAM Tirta Dharma Putussibau menjadi sorotan masyarakat.

Pasalnya ada penggenapan nominal pembayaran biaya pakai air bersih yang dilakukan pihak PDAM Tirta Dharma Putussibau.

Direktur Utama Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Putussibau, Saini Hadi membantah adanya Pungli kepada para pelanggan melalui pembayaran penggunaan air pelanggan setiap bulannya.

“Pelanggan hanya membayar sesuai dengan jumlah pemakaian air mereka, bila ada uang pelanggan yang lebih harus dikembalikan berapapun jumlahnya, tidak ada istilah penggenapan itu,” ucapnya, Kamis (04/08).

Saini mengatakan untuk uang receh kembalian pembayaran pelanggan selalu disiapkan oleh pihaknya di bagian kasir PDAM. Diterangkannya saat ini jumlah pelanggan PDAM yang aktif sebanyak 10.800 pelanggan.

“Dulu memang pernah sampai mengembalikan sisa uang pembayaran pelanggan menggunakan permen, khususnya untuk yang ada di kecamatan-kecamatan, karena susah bila harus mencari uang lima puluh rupiah itu, tapi sekarang sudah tidak diperbolehkan lagi pakai permen,” ujarnya

Tata cara pembayaran penggunaan air pelanggan, kata Saini, awalnya pelanggan membayar ke kasir paling lambat pada pukul 15.00 wib, hari itu juga harus menyetorkan uang tersebut ke Bank dengan  jumlah akumulasi pelanggan yang membayar pada hari itu.

“Sistem pembayaran kami inikan secara online, sehingga angka yang tercetak itulah yang disetorkan ke Bank,” katanya.

Dikatakannya, dari jumlah pelanggan PDAM yang aktif sebanyak 10.800 pelanggan tidak semuanya membayar di Kota Putussibau, mereka ada juga yang membayar di tiap-tiap PDAM yang ada di kecamatan.

“Khusus untuk jumlah pelanggan yang membayar di kota hanya sebanyak 5.600 pelanggan, sementara pelanggan selebihnya membayar di kecamatan-kecamatan,”katanya

Saidi mengatakan berterimakasih atas informasi yang diberikan oleh masyarakat tentang adanya indikasi Pungli tersebut, pihaknnya akan mendalami laporan tersebut, bila memang terbukti akan dilakukan pembenahan di Manajemen PDAM Tirta Dharma Putussibau.

“Selama ini belum ada masyarakat yang menyampaikan keluhan tentang Pungli, keluhan yang selama ini disampaikan hanya bila air tidak jalan saja,” tuntasnya.

Sementara itu Warga Dogom Kecamatan Putussibau Kota, Samsul mengaku dirinya membayar tarif penggunaan air dengan kelebihan Rp213. Kelebihan itu untuk menggenapi tarif aslinya, supaya mudah dalam menghitung jumlah uang yang akan dibayarkan kepada pihak PDAM.

“Secara pribadi saya tidak masalah mereka mengambil kelebihan Rp213 itu, karena untuk di Putussibau ini jumlah uang sebanyak itu tidak dapat dibelanjakan untuk membeli barang kebutuhan. Tapi kalau dilihat lumayan banyak sih jumlahnya bila Rp213 dikalikan 10 ribu pelanggan, apalagi kalau dikalikan dalam waktu setahun,” katanya.

(yohanes/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR