Sejumlah Kota di Kalbar Terancam Penyebaran Rabies

Sejumlah Kota di Kalbar Terancam Penyebaran Rabies

122
BERBAGI
Dari 1.068 Korban Rabies, 19 Orangnya Tewas
Foto : Ilustrasi/ beritasatu.com

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf mengatakan, saat ini penyakit dan virus rabies sudah menyebar di delapan kabupaten.

“Meskipun sudah menyebar di delapan kabupaten, tetapi jumlah kasusnya tidak sebanyak di tahun 2015 lalu,” kata Abdul Manaf di Pontianak, Kamis. (4/8)

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya berupaya semaksimal mungkin dalam mencegah meluasnya virus rabies tersebut, salah satunya dengan melakukan rapat koordinasi dengan sepuluh kabupaten/kota, agar virus tersebut tidak meluas dan bagaimana cara penanggulangannya terhadap daerah yang belum ada kasus rabies tersebut.

Manaf menambahkan, awalnya penyakit rabies tersebut ditemukan kasusnya di Kabupaten Melawi dan Ketapang, tetapi kini sudah ada delapan kabupaten lainnya juga ditemukan kasus itu, seperti di Kabupaten Sekadau, Sanggau, dan terakhir di Kabupaten Landak.

“Dalam mencegah meluasnya virus tersebut, kami sudah bekerjasama dengan pemerintah kabupaten agar melakukan vaksin anti rabies terutama terhadap anjing-anjing liar dan menutup daerahnya agar virus tersebut tidak meluas ke daerah lainnya,” katanya.

Abdul Manaf menambahkan, untuk daerah atau kabupaten sekitar yang sudah ditemukan kasus rabies, maka statusnya terancam, sehingga harus melakukan VAR terhadap anjing-anjing peliharaan maupun yang liar dalam mencegah meluasnya kasus rabies tersebut.

“Kalbar dalam menekan penyebaran virus rabies tersebut sudah mendapat bantuan 2.500 VAR (vaksin anti rabies), dan sudah datang saat ini sekitar 1.000 VAR dan sudah didistribusikan kepada delapan kabupaten itu,” ujarnya.

Dia mengatakan, tahun ini bantuan vaksin yang diberikan untuk Kalbar sebanyak 2.500 dosis, dimana untuk satu orang harus mendapat empat kali vaksin. Jika dibagi, maka ada 625 vaksin yang akan disalurkan ke provinsi ini.

(Agustiandi/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR