Terkait Konflik Sintang Raya, Kapolres Mempawah Bantah Ada Sweeping Warga

Terkait Konflik Sintang Raya, Kapolres Mempawah Bantah Ada Sweeping Warga

121
BERBAGI
Foto: Salah satu warga membawa spanduk protes terkait adanya kriminalisasi oknum aparat kepolisian/Faisal

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono membantah jika aparat kepolisian yang berada di lokasi PT Sintang Raya melakukan sweeping terhadap beberapa warga di desa Olak-Olak Kubu, apalagi dikatakan aparat kepolisian melakukan penculikan sebagaimana informasi dari media massa pada akhir-akhir ini.

“Sebelum masyarakat melakukan aksi unjuk rasa, memang sebelumnya ada dugaan tindak pidana pencurian buah tanda sawit oleh warga yang jumlahnya kurang lebih sekitar dua ratus orang,” jelasnya, Rabu (3/8).

Kata dia, pada saat ratusan warga melakukan pencurian buah sawit juga disaksikan oleh tiga personel kepolisian dari Polsek, namun pada saat itu polisi tidak bisa mengambil tindakan karena jumlah warga tidak berimbang dengan anggota yang menyaksikannya.

Walaupun polisi saat di lapangan tidak bisa melakukan penangkapan, namun anggota polisi juga tetap melakukan dokumentasi terhadap warga yang sedang melakukan pencurian sebagai alat bukti.

Terkait dengan adanya ratusan warga yang terpaksa mengungsi ke Pontianak lantaran merasa takut dengan aparat polisi yang melakukan intimidasi dan sweeping, menurut Dedi jika bahasa “mengungsi” itu adalah untuk korban bencana alam.

“Kalau ada anggota kita yang melakukan intimidasi dan sweeping terhadap warga, saya katakan.hal itu sama sekali tidak ada, karena apa yang kami lakukan adalah penegakan hukum, dan dari bukti dan hasil pengembangan kami membawa warga itu karena hasil dari pengembangan penyidikan sesuai dengan bukti pada saat terjadi tindak pidana pencurian,” katanya.

Sebelumnya, kata Kapolres pihaknya sudah memanggil warga tersebut dengan surat sebanyak dua kali, namun pemanggilan itu tidak digubris yang akhirnya polisi menjemput warga itu.

Ketika ditanya jika masyarakat merasa tidak aman dengan sikap yang berlebihan dari aparat kepolisian terhadap mereka, dirinya bertanya yang merasa tidak aman masyarakat yang mana dulu, karena itu hanya sekelompok orang saja.

Dikatakannya, jika pihaknya sudah menarik pasukan yang ada di lokasi PT Sintang Raya.

“Untuk tersangka yang diamankan ada empat orang, dan itu masih proses sidik, dan sesuai dengan dokumen yang ada semua orang yang di duga melakukan pencurian akan di panggil.

(Faisal/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR