Uji Coba “Perahu Listrik Untan” di Sungai Kapuas

Uji Coba “Perahu Listrik Untan” di Sungai Kapuas

798
BERBAGI
Prof. Dr. M. Ismail Yusuf saat menguji coba Perahu Listrik Untan (PLU)
Foto: Prof. Dr. M. Ismail Yusuf saat menguji coba Perahu Listrik Untan (PLU)/Agus

Pontianak, thetanjungpuratimes.com Fakultas Teknik Univesitas Tanjungpura melakukan uji coba perahu listrik yang diberi nama “Perahu Listrik Untan” (PLU) di Sungai Kapuas, Pontianak, Rabu (3/8) petang.

Penggagas atau inisiator PLU, Prof.Dr.M Ismail Yusuf ketika ditemui disela-sela uji coba menuturkan uji coba itu bertujuan untuk mengetahui kesiapan dan kesempurnaan dari PLU itu sendiri.

“Tadi waktu pengetesannya bahwa secara teknis di bidang kelistrikan, tidak ada masalah, bahkan sangat senyap, tanpa bunyi mesin,” ujar guru besar jurusan Elektro Fakultas Teknik Untan ini.

Hanya saja, menurutnya ada sedikit yang harus disempurnakan yakni posisi kemudi yang dianggap terlalu tinggi. Dan akan didesain ulang, direndahkan sedikit posisinya, agar saat dikemudikan penggunanya tidak merasa pegal.

“Secara elektrik, bidang kita elektro sudah 100 persen kesiapanannya. Cuma yang perlu kita sempurnakan pengaturan posisi kemudi, agar lebih sempurna nantinya, biar tidak pegal ketika mengoprasikannya,” ujar dia.

Ia menjelaskan dalam aplkasinya,  Perahu Listrik Untan tersebut menggunakan tenaga surya, yang diserap melalu panel sehingga menciptakan tenaga listrik. Panel tersebut mengubah energi cahaya mejadi energi listrik Direct Current (DC)  yang disimpan di aki. Aki itulah yang digunakan untuk tenaga mesin searah, yang berkekuatan 0,5 Paarden Kracht (PK).

Lebih lanjut, kata dia, panel yang digunakan berspesifikasi 100 Watt Peak (WP), sementara akinya 12 Volt 100 ampere hour, jika akinya terisi penuh, perahu listrik tersebut bisa digunakan selama satu jam, sedangkan untuk pengecasan aki melalui cahaya matahari, cukup menggunakan waktu selama empat jam.

Sementara untuk investasi awal biaya pembuatan Perahu Listrik Untan tersebut menghabiskan biaya sekitar Rp10 juta dengan masa ekonomis lima sampai 10 tahun.

Ia mengatakan diciptakannya perahu listrik Untan tersebut sebagai salah satu bentuk upaya dalam melakukan penghematan bahan bakar yang selama ini gencar disosialisasikan oleh pemerintah.

Di Kalimantan, khususnya di Kalbar, kata dia lagi, yang paling cocok untuk mewujudkan keinginan pemerintah dalam hal penghematan BBM fosil adalah dengan menciptakan perahu berenaga listrik tersebut.

“Sangat baik sekali jika PLU tersebut dikembangkan, terlebih lagi pada daerah pedalaman. kalau untuk kondisi di Kalbar yang kita perlukan itu sebenarnya perahu listrik, nah itulah yang melatar belakangi saya berfikir untuk menciptakan ini,” jelasnya.

Ia membeberkan dalam pembuatan PLU tersebut dirinya bersama oleh dua mahasiswa jurusan teknik elektro dari program S1 dan S2. Joko mahasiswa S1 bertugas pada bidang mesin, dan mahasiswa S2 Ardi ditugaskan sebagai penganalisa dari segi ekonomisnya.

Disinggung apakah PLU tersebut akan diproduksi massal, Ia menjawab itu semua tergantung pemerintah, jika diproduksi massal maka akan bisa menjadi murah.

“Kalau Pemerintah merasa perlu, tentu bisa, kalau produksi massal kan semakin murah,” tambahnya.

Dirinya berharap ke depan PLU tersebut bisa bermanfaat terutama di daerah pedalaman Kalimantan Barat, untuk transportasi dari sungai satu ke sungai yang lain.

“Kalau menggunakan ini tidak lagi tergantung pada BBM, hanya menggunakan sinar matahari, maka akan bebas biaya,” pungkasnya.

Foto: Uji Coba Perahu Listrik Untan/Agus
Foto: Uji Coba Perahu Listrik Untan/Agus

(Agus/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR