Pemkab Melawi Bakal Beri Sanksi Perusahaan Sawit Pembakar Lahan

Pemkab Melawi Bakal Beri Sanksi Perusahaan Sawit Pembakar Lahan

85
BERBAGI
kebakaran lahan
Foto : Ilustrasi Karhutla/borneoclimatechange.org

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Melawi, Abang Sukandar menekankan beberapa hal kepada 11 perusahaan kebun sawit yang sudah beroperasi di Kabupaten Melawi sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Bagaimanapun potensi kebakaran lahan dan hutan, ada di wilayah perkebunan. Jadi kita minta pihak perusahaan jangan sampai lengah, harus selalu mengawasi api lahannya. Perusahaan dilarang, membuka lahan atau land clearing dengan cara membakar,” ungkapnya ketika dihubungi, Jumat (5/8).

Abang mengatakan, pihaknya sudah menekankan  terkait beberapa hal tersebut kepada setiap perusahaan perkebunan yang ada di Melawi.

“Jika dilanggar, maka ada sanksi hukum, maupun sanksi  administratif,” tegasnya.

Lanjut dia selain melakukan upaya pencegahan, bagaimana perusahaan juga harus berperan serta, dalam upaya penanggulangan. Misalnya terjadi kebakaran baik di wilayah kebun perusahaan maupun, lahan masyarakat di sekitar kebun.  Maka masing- masing perusahaan, harus ditunjang atau memiliki kelengkapan sarana dan prasarana, baik dari segi peralatan pemadam, hingga sumber daya manusianya.

“Maka dalam pelatihan ini, mereka para karyawan perusahaan dilatih oleh Manggala Agni,  baik secara  teori maupun praktek memadamkan api,” ujarnya.

Kata dia, perusahaan wajib memiliki peralatan yang standar dan harus  membentuk posko pemadaman sejak dini, dan ditopang dengan sumber air yang memadai.

“Setiap lahan 500 hektare harus tersedia embung air. Percuma kalau ada peralatan sumber airnya tidak ada,” ungkapnya.

Maka persoalan ketersediaan sumber air untuk pemadaman ini, harus dipenuhi perusahaan, sebagai upaya penaggulangan cepat, agar kebakaran tidak meluas.

“Kalau tidak dipatuhi akan kita beri teguran secara berjenjang,” ungkapnya.

(Edi/dd)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR