Bawaslu Kalbar Akui Ada Potensi Kerawanan Pada Pilkada Mendatang

Bawaslu Kalbar Akui Ada Potensi Kerawanan Pada Pilkada Mendatang

BERBAGI
Pilkada serentak 2017
Foto : Ilustrasi Pilkada serentak 2017/ net

Landak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalbar, Ruhermansyah mengakui jika di setiap tahapan pelaksanaan Pilkada serentak akan timbul segala bentuk kerawanan.

Hal itu disampaikannya kepada sejumlah wartawan usai menghadiri launching penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Landak tahun 2017, Kamis (25/8).

Menurut Ruhermansyah, timbulnya kerawanan yang akan terjadi pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2017 di dua kabupaten/kota se Kalbar yakni Landak dan Singkawang itu, berdasarkan hasil evaluasi pengawasan pada pelaksanaan Pilkada serentak sebelumnya.

“Memang ada hal-hal yang berpotensi rawan pada tahapan pelaksanaan Pilkada tersebut. Namun demikian yang perlu dicermati dalam pengawasan disetiap tahapan Pilkada itu yakni, pada saat pemuktahiran data pemilih, distribusi logistik Pilkada, pada saat pemungutan suara, penghitungan suara serta rekapitulasi perolehan jumlah suara,” ujar Ruhermansyah.

Selain itu katanya, pada tahapan pencalonan juga berpotensi akan terjadi kerawanan. “Ini terkait dengan pemasangan alat peraga. Apalagi pemasangan alat peraga ini sudah diatur dalam Undang-undang, tapi regulasinya tetap diatur oleh KPU,” katanya.

Dikatakannya lagi, apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut, tentu akan menimbulkan kerawanan.

“Kita khawatir akan terjadi konflik atau sengketa antar sesama peserta Pilkada. Namun saya berharap kepada jajaran Panwas dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa untuk melaksanakan tugas dan kewenangan serta kewajiban sesuai UU dan harus menjunjung tinggi etika,” pintanya.

(NY/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR