Untan Kerjasama dengan Universitas dari Jepang Terkait Pengembangan Sektor Kelapa Sawit

Untan Kerjasama dengan Universitas dari Jepang Terkait Pengembangan Sektor Kelapa Sawit

BERBAGI
Foto: Seminar terkait pengembangan Sektor perkebunan kelapa sawit di Rektorat Untan/Faisal

Pontianak, thetanjungpuratimes.comUniversitas Tanjungpura menggelar Internasional Seminar on the Social Economic Impacts of Palm Oil Plantation. Kegiatan seminar itu berlangsung pada Kamis, (1/8) di ruang rektorat Universitas Tanjungpura.

Kegiatan itu merupakan kerjasama antara Fisip Untan dengan Research Center for plantation in Southeast Asia of Doshisha University and Center for Southeast Asia Studies of Kyoto University.

Dekan Fisip Untan, Bambang menyebutkan yang pertama terselenggaranya seminar itu adalah hasil kerjasama antara Fisip Untan dengan Universitas dari negara Jepang.

“Kerjasama ini di bidang akademik dengan melakukan sharing, penelitian, dan seminar bersama. Yang terpenting hubungan ini harus lebih ditingkatkan yang diikat dalam MoU,” pintanya.

Sebelumnya, kata Bambang tim peneliti dari Jepang telah melakukan penelitian perkebunan kelapa sawit milik PTPN XIII yang ada di Parindu dan Ngabang.

Nenurutnya, dampak sosial ekonomi kelapa sawit, ada positif negatifnya, positif terjadinya peluang kerja, serta peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, namun dampak negatifnya adalah terjadinya protes dari masyarakat terkait dengan kehadiran perkebunan kelapa sawit.

“Dengan seminar ini akan menghasilkan sebuah pikiran yang bisa meningkatkan pembangunan kelapa sawit, dan bisa menekan bahkan menghilangkan dampak perkebunan kelapa sawit itu sendiri dari masyarakat,” sebutnya.

Sementara, Wakil rektor II Universitas Tanjungpura Pontianak, Rini Sulistyowati menjelaskan kalau dampak negatif dapat ditekan, tujuan utama kesejahteraan rakyat, dengan demikian sawit tidak hanya menghasilkan CPO saja, namun ada turunannya yang bermanfaat bagi masyarat dan daerah.

Tentunya, kata Rini untuk perbaikan ekonomi masyarakat, seiring dengan tidak stabilnya harga kelapa sawit juga memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat.

“Untuk itu limbah kelapa sawit memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, sasaran adalah masyarakat yang bermukim di sekitar perkebunan dalam upaya untuk meningkatkan sektor ekonomi mereka,” jelasnya.

Pihaknya sangat  berharap banyak dari hasil penelitian dari Jepang, maupun dari Untan, walaupun memang implementasinya masih kurang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah.

Dirinya juga menyampaikan pesan dari Rektor Untan agar apa yang diperoleh dalam seminar ini dapat diperoleh sebuah kebijakan, dan aksi nyata, dan bukan hanya berhenti di saat seminar ini saja.

(Faisal/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR