48 WN Tiongkok Tanpa Dokumen Resmi Diamankan Timpora Kalbar

48 WN Tiongkok Tanpa Dokumen Resmi Diamankan Timpora Kalbar

237
BERBAGI
Foto : Ilustrasi/net

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kalimantan Barat, mengamankan sebanyak 48 orang warga negara asal Republik Rakyat Tiongkok karena masuk ke Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara tanpa dokumen resmi.

“Ke-48 WN RRT tersebut diamankan oleh Timpora, Rabu (31/8) di dua kabupaten, yakni Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara karena masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen resmi,” kata Kasubag PPHTI Kanwil Kemenkum HAM Kalbar, Ardian Setiawan di Pontianak, Rabu, Kamis (8/9).

Ia menjelaskan, kronologis hingga diamankannya ke-48 WN RRT tersebut, yakni berawal dicegat 27 WN RRT di Bandara Rahadi Usman Ketapang, karena tidak dapat menunjukan dokumen resmi, seperti paspor dan overstay selama enam hari untuk izin tinggal.

“Kemudian Timpora kembali mendapatkan informasi dari masyarakat, kalau ada lagi sekitar 10 WNA yang tinggal di rumah penduduk di Kampung Sampit. Mendapat informasi itu, Timpora langsung menuju TKP dan diamankanlah lagi sebanyak 10 WNA tersebut,” katanya.

Ardian menambahkan, keesokan harinya, Kamis (1/9) Timpora kembali mengamankan tujuh WNA dari lokasi PT Sepco Sub Kontraktor PT WHW, dan juga mengamankan empat WNA di Hotel Brenton Ketapang.

“Sehingga totalnya pada Kamis (1/9) diamankanlah 11 WN RRT yang kesemuanya hanya bisa menunjukan Foto copi paspor. Saat ini ke-48 WN RTT tersebut sudah diamankan di Kantor Imigrasi Pontianak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, jika nantinya ditemukan pelanggaran maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses hukum tidak hanya kepada WNA tersebut, melainkan juga kepada para penjamin dan sponsor WNA tersebut.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Kalbar, Bambang Widodo mengimbau, kepada para penjamin, sponsor atau perusahaan agar mendatangkan orang asing ke Indonsia, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Menurut dia, untuk mengurus izin keimigrasian saat ini makin mudah, sehingga tidak ada alasan lagi untuk mendatangkan WNA secara ilegal.

Timpora tersebut terdiri dari jajaran Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalbar, Badan Intelijen Negara Kalbar, aparat kepolisian, kejaksaan, jajaran pemerintah Daerah, ketenagakerjaan, dan TNI.

(Agustiandi/dd).

TIDAK ADA KOMENTAR