31.741 Warga Landak Terancam Kehilangan Hak Pilih

31.741 Warga Landak Terancam Kehilangan Hak Pilih

214
BERBAGI
KPU Tetapkan Hari Rabu 15 Februari 2017 Pilkada Serentak
Foto: Ilustrasi/faktariau

Landak, thetanjungpuratimes.com – Sebanyak 31.741 masyarakat pemilih di Kabupaten Landak terancam tidak akan bisa mempergunakan hak pilihnya pada pelaksanaan Pilkada Landak 15 Februari 2017 mendatang.

Hal ini dikarenakan masyarakat tersebut tidak memiliki data kependudukan yang akurat seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan KTP Elektronik (E-KTP).

Padahal, sesuai aturan pada pelaksanaan Pilkada Landak 2017, masyarakat pemilih yang memenuhi syarat untuk menggunakan hak pilihnya dan bisa masuk pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) harus memiliki E-KTP atau surat keterangan telah melakukan perekaman E-KTP dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Landak.

Menurut Komisioner KPU Landak, Reni Yuliati, sebelumnya KPU Landak sudah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Pilkada Landak sebanyak 260.905 pemilih.

“Tapi dari jumlah DPS itu, sebanyak 31.741 diantaranya daftar pemilih potensial non E-KTP,” ujar Reni, Kamis (3/11).

Diakuinya, KPU Landak sendiri sudah melakukan koordinasi dengan Disdukcapil Landak terkait dengan permasalahan tersebut. Hasilnya, Disdukcapil Landak membantu untuk menempat satu orang petugasnya di Sekretariat KPU Landak.

“Petugas dari Disdukcapil Landak itu nantinya akan mengecek data pemilih apakah sudah masuk di data kependudukan Landak. Kamipun secara faktual sudah menurunkan DPS Pilkada Landak ke tingkat PPK, PPS dan PPDP untuk melakukan croscek ulang data pemilih yang tidak valid guna diperbaiki,” katanya.

Ia juga mengakui jumlah data pemilih yang tidak valid itu memang cukup tinggi. Sebab, dari jumlah DPS yang ada,  sekitar 31 ribu lebih masih invalid  atau sekitar 12 pesen.

“Nah, untuk langkah pembenahan data secara bertahap dimulai 3 hingga 9 November sudah turun croscek ulang. Selanjutnya pada 10 hingga 19 November DPS akan diumumkan untuk mendapatkan masukan dan tanggapan masyarakat,” jelasnya.

(NY/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR