Absensi Wajah Secara Digital Bagi Mahasiswa

Absensi Wajah Secara Digital Bagi Mahasiswa

752
BERBAGI
Foto : Ikhwan Ruslianto. Dosen Sistem Komputer, Program Studi Sistem Informasi, Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura/Kurniawati

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Saat ini mahasiswa mengisi absen harus mencatat secara manual, yaitu menggunakan kertas. Saya berpikir mengapa tidak menggunakan secara digital. Contohnya, mahasiswa hendak mengisi absen, cukup dengan mengarahkan wajahnya ke web cam beberapa detik, hasil dari identifikasi tersebut  akan disimpan dalam database sebagai bukti kehadiran.

Setelah sistem itu sukses dan berhasil, nantinya bisa menambahkan  database nomor handphone orang tua, jadi ketika mahasiswa tersebut sudah hadir di kelas, maka secara otomatis server data sistem akan mengirim  ke nomor tersebut memberitahukan kepada orang tua bahwa mahasiswa tersebut mengikuti atau tidak mengikuti kegiatan perkuliahan pada jam tersebut, sehingga akan ada kontrol tidak hanya dari kampus, tetapi juga dari orang tua, agar mengetahui bahwa mahasiswa bersangkutan hadir atau tidak.

Tujuan dibuatnya sistem secara digital ini minimal ketika ada sistem tersebut mahasiswa sudah mengurangi penggunaan kertas untuk absensi, karena semua sudah tersimpan di server (sistem komputer) dan bisa dimaksimalkan dalam server yang dimiliki.

Jadi server bukan hanya berfungsi menyimpanan data, bahan kuliah, modul kuliah, praktikum, tetapi juga akan menyimpan data arsip kuliah mahasiswa secara digital, sehingga lebih meminimalisir penggunaan kertas.

Manfaat lainnya bisa menyimpan database mahasiswa yang pernah menjadi mahasiswa, contohnya di Fakultas MIPA Prodi Sistem Informasi Universitas Tanjungpura.

Selain itu, data tersebut juga dapat digunakan untuk meminimalisir  kecurangan data dan membuat data menjadi lebih akurat. Bisa juga untuk penilaian saat perkuliahan ketika dosen hendak memberikan nilai tugas semester dan skripsi.

Harapannya, dengan adanya data digital  tersebut Universitas Tanjungpura lebih baik dan terstruktur, lebih lengkap, sehingga ketika suatu saat  mau dikembangkan ke hal-hal yang lain  itu sudah ada data yang relevan. Data yang sudah terpadu dan tidak terpisah-pisah.

Sistem ini diharapkan bisa diaplikasi di Untan khususnya dan diterapkan terpadu, meskipun berat, dapat dibangun perlahan.

Terkait dengan apabila ada upaya pembobolan data, maka hal tersebut jangan menjadi masalah, tetapi merupakan tantangan untuk membuat suatu sistem yang baik dan tidak mudah dibobol,karena setiap sistem tidak pernah ada yang dikategorikan aman, tetapi ada celah untuk menjaga keamanannya. Jadi jika ada serangan kita sudah siap.

Oleh : Ikhwan Ruslianto, S Kom, MCs

Dosen Sistem Komputer, Program Studi Sistem Informasi, Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak

(Kurniawati/Muhammad)

TIDAK ADA KOMENTAR