Bupati Sambas Tugaskan Inspektorat Awasi Dana Desa

Bupati Sambas Tugaskan Inspektorat Awasi Dana Desa

BERBAGI
Foto: Bupati Sambas Atbah Rohmin Suhaili/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Bupati Atbah Romin Suhaili menugaskan Inspektorat Kabupaten Sambas, untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa (DD).

Kata Atbah, audit yang dilakukan selama ini sudah tegas, dalam hal ini dilakukan oleh inspektorat kabupaten.

“Inspektorat kabupaten saat ini jika mendapat aduan dari masyarakat, akan turun langsung ke lapangan,” ujar Atbah Jumat (25/11).

Tim audit dari inspektorat menurut Bupati akan berpegang kepada konsep yang diterapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Sesuai dengan konsep dari BPK, mereka yang diketahui melakukan penyelewengan dana tersebut. Masih diberikan ruang dan kesempatan untuk mengganti dana desa. Ganti dulu, baru kemudian kita kembali kepada yang asal, yakni melanjutkan kegiatan dan aktifitas desa,” terang Atbah.

Agar efektif dalam menjalankan tugasnya mengaudit DD yang dikelola desa. Kedepannya Inspektorat akan dimaksimalkan dalam pengawasan tersebut.

“Jika ada temuan maka harus kita tindak lanjuti secara langsung di lapangan, dan juga dibuktikan secara hukum terjadinya pelanggaran,” sebut Atbah.

Bupati mengatakan, telah pula menyampaikan pesan kepada aparatur desa agar berhati hati dalam menggunakan uang negara tersebut.

“Dalam beberapa kali pertemuan bersama Kepala Desa, sudah saya sampaikan kepada mereka agar menggunakan dana desa dengan sebaik baiknya sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah sesuai dengan nawacita presiden yakni menunjang infrastruktur desa beserta kegiatan penunjang kinerja desa,” tuturnya.

Penggunaan DD lanjutnya harus sesuai dengan keperluan desa dan sesuai dengan aturan yang ada. Diungkapkan oleh Bupati jika dirinya telah memperingatkan kepada aparatur desa, bahwa pengelolaan dan penggunaan dana desa yang mereka lakukan mendapatkan sorotan dari aparat hukum.

“Dalam penggunaan DD disampaikan juga, bahwa bidikan aparat hukum juga tentang dana desa, ini artinya aparat desa harus betul-betul berhati-hati, jangan korupsi,” tegas Bupati.

Atbah meminta kepada aparat hukum, agar jangan langsung menciduk aparat desa yang melakukan penyelewengan dana desa.

“Saya mengharapkan kepolisian atau kejaksaan agar jangan langsung ditangkap dulu, karena prinsip kita, uang negara harus dikembalikan kepada negara, jika terjadi penyelewengan di desa maka kita harapkan dikembalikan dulu agar dana negara ini terselamatkan dan program pembangunan desa tetap bisa dilanjutkan,” katanya.

(Gindra/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR