Dua Bersaudara ini Menjadi Petani untuk Biaya Sekolah

Dua Bersaudara ini Menjadi Petani untuk Biaya Sekolah

BERBAGI
Foto: Maulana Dan Dewi Yang Sedang Bekerja Setelah Pulang Sekolah/Viky

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Hidup dari latar belakang orang tidak mampu, dua bersaudara Muhammad Maulana (19) dan Dewi (15) warga Parit Selatan Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya ini harus menjalani hidup sebagai petani usai sekolah.

Muhammad Maulana salah satu siswa di SMKN 6 Pontianak Utara kelas 10 mengatakan dirinya sejak dari kecil diajari ibunya untuk bercocok tanam, dan bekerja untuk mendapatkan biaya masuk sekolah.

“Dari mulai mencangkul tanah, memilih bibit, memupuk sampai menanam pohon cabai, pernah saya rasakan, saya bekerja karena saya malu dengan teman-teman yang pada sekolah, sedangkan saya tidak, sehingga saya kuatkan untuk bekerja supaya bisa terus sekolah seperti teman-teman yang lain,” ungkapnya, Senin (28/11).

Hal yang sama juga dilakukan Dewi, adik dari Maulana yang menyebutkan biaya praktik sekolah itu tidak murah, untuk itu dirinya membantu abangnya untuk bekerja, karena untuk biaya praktik dirinya harus memiliki uang sekitar Rp100 ribu.

“Jangankan untuk sekolah, untuk makan saja, saya dengan abang harus membawa bekal makanan dari rumah.

Dijelaskannya, waktu malam digunakannya untuk belajar dirumah untuk mengerjakan PR, terkadang dirinya merasa badan sakit-sakit semua, namun tetap tetap dijalankan agar bisa sekolah, dan saat berada disekolah dirinya merasa ngantuk karena kurang istirahat.

(Viky/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR