HIPMI Ingin Pengusaha Sektor Kreatif Mudah Akses KUR

HIPMI Ingin Pengusaha Sektor Kreatif Mudah Akses KUR

170
BERBAGI
Foto: Ilustrasi ekonomi kreatif/net

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menginginkan pelaku usaha yang tergabung dalam sektor ekonomi kreatif pada awal 2017 sudah dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada awal tahun 2017.

“Prosedur, mekanisme, dan platform KUR untuk industri kreatif sebaiknya segera tuntas agar tahun depan langsung tancap gas,” kata Ketua Bidang Ekonomi Kreatif BPP Hipmi Yaser Palito di Jakarta, Selasa (6/12).

Untuk itu, ujar dia, Hipmi berharap pemerintah dan perbankan segera menuntaskan prosedur memperoleh KUR bagi pelaku usaha kreatif.

Yaser mengakui, pemberian KUR kepada usaha kreatif memang tidak mudah sebab rata-rata usaha ini bermasalah dengan pembukuan, aset, dan penjaminan.

Sebab itu, Badan Ekonomi Kreatif diharapkan sebaiknya memiliki basis data yang memadai akan pelaku usaha kreatif sehingga perbankan mendapat referensi nasabah yang aman untuk dibiayai.

Dia berpendapat usaha kreatif memiliki pola bisnis yang berbeda dari bisnis lainnya, seperti nilai proyek yang berputar di usaha ini sangat besar namun bisnis ini tidak membukukan aset fisik yang besar.

“Makanya, selalu ada masalah dengan kolateral industri kreatif dianggap tidak bankable oleh bank. Sebab itu, perlu ada skema tersendiri seperti KUR untuk industri ini,” katanya.

Hipmi memperkirakan industri berbasis kreatifitas ini tumbuh signifikan tahun ini dan memberi kontribusi atas Produk Domestik Bruto menembus 8 persen.

Yaser mengatakan, salah satu penyebab sektor ini tumbuh cukup pesat dikarenakan animo dan antusiasme para pekerja muda usia produktif.

“Sektor ini bahkan menjadi lapangan kerja dan usaha primadona bagi pekerja muda dan usia produktif,” ucapnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa di tengah lemahnya kinerja ekspor yang berbasis komoditas sumber daya alam, sektor ekonomi kreatif menyimpan potensi industri yang sangat besar sebab berbasis kreativitas dan inovasi.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif menjadi sektor unggulan lantaran memiliki peranan yang sangat vital dan strategis dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“Di Indonesia, UMKM selain berperan dalam pertumbuhan pembangunan dan ekonomi, juga memiliki kontribusi yang sangat penting dalam mengatasi masalah pengangguran, itu sudah terbukti,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif Erik Hidayat.

Pemerintah menargetkan kontribusi produk domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai 7-7,5 persen dan peningkatan devisa negara mencapai 6,5 – 8 persen hingga tahun 2019.

(Ant/dd)

TIDAK ADA KOMENTAR