Bupati Ketapang Apresiasi Dibukanya Pabrik Pengelolaan TBS

Bupati Ketapang Apresiasi Dibukanya Pabrik Pengelolaan TBS

192
BERBAGI
Foto: Peresmian pabrik pengelolaan sawit di Ketapang/Ras

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Bupati Ketapang, Martin Rantan mengatakan dengan beroperasinya pabrik pengolahan TBS ini mengandung makna yang begitu besar bagi Kabupaten Ketapang.

“Pertama kita memotivasi seluruh jajaran seluruh unsur yang terlibat di Kabupaten Ketapang ini untuk maju, selanjutnya proses perizinan kebun kelapa sawit, mulai dari diberikan arahan lahan izin lokasi, izin usaha perkebunan sampai HGU dan mereka diharapkan bisa sampai membangun pabrik kelapa sawit, disatu sisi perusahaan harus mampu maju sampai akhirnya melakukan eksport dan pemasaran CPO,” jelasnya saat meresmikan pabrik sawit, Selasa (6/12).

Dirinya berharap, masyarakat Kabupaten Ketapang memperoleh kemajuan juga dengan berdirinya perkebunan dan pabrik kelapa sawit tersebut, sehingga sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Ketapang saat ini akan melakukan program peningkatan perekonomian masyarakat.

“Artinya kita tetap memberikan izin kepada investasi tetapi kita juga membuka keran kepada masyarakat yang mempunyai lahan untuk menjadi plasma mandiri “ kata Bupati.

Dengan demikian menurutnya akan ada masyarakat yang mampu memiliki kebun sendiri, dan akan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki lahan disekitar perkebunan akan tumbuh dan berkembang bukan hanya para pemilik izin-izin besar perkebunan.

Namun Bupati mengingatkan kepada masyarakat jangan mengambil lahan dalam areal HGU, termasuk jangan mengambil lahan dalam kawasan hutan apalagi disiktar kebuan ada kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

“Lahan yang boleh menjadi milik masyarakat yang status lahannya APL tidak berada dalam kawasan hutan apalagi areal TNGP juga tidak dalam konsesi PT KAL,” jelasnya.

Dikatakannya, perusahaan juga harus mendapat keuntungan bagi perusahaan, dan kemakmuran kesejahteraan bagi koperasi dan anggota plasma koperasi dan jangan mengabaikan peran Pemerintah yang telah memberikan pasilitas izin, juga bantuan hal hal yang bersifat sosial atau program CSR.

Bupati menyampaikan juga bahwa intasni terkait terus melakukan monitoring terkait amdal dan sebagainya, sementara kata Dia Pemkab siap membantu perusahaan ini bila mana kemudian hari terjadi sesuatu yang mengganggu keberlangsungan operasi perusahaan.

Direktur PT Kayong Argo Lestari (KAL) Gheeta Govindan mengatakan pabrik pengolahan tandan buah segar kelapa sawit berkapasitas 90 ton perjam merupakan pembangunan fasilitas pengolahan yang sejalan dengan pertumbuhan kelapa sawit dari kebun inti, mitra perusahaan dan kebun masyarakat.

“Kegiatan ini terwujud atas dukungan seluruh pemangku kepentingn Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang,” katanya, katanya.

Dirinya merasa bangga, dan mengapresiasi bahwa sinergi antar bagian membuat pembangunan fasilitas ini berjalan sesuai rencana.

(Ras/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR